belajar jualan online

UMKM Belajar Jualan Online di Marketplace

Sudah sering belanja online? Sebuah kegiatan yang tanpa beranjak dari tempat duduk tapi bisa membuat kita memiliki apa yang diinginkan. Bahkan barang belanjaan bisa datang hanya dalam beberapa jam saja. Awalnya saya pikir hebat ya, dengan belajar jualan online orang Indonesia sudah pintar jualan di marketplace. Membantu banget buat orang seperti saya yang enggan pergi keluar untuk belanja. Tapi kayaknya saya agak keliru, deh.

Hari Jumat tanggal 28 September 2018 saya menghadiri undangan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dalam Forum Sosialisasi Belanja dan Jualan Online: Murah, Cepat, dan Aman di Plenary Hall, Jakarta Convention Center. Forum ini berlangsung di tengah-tengah pameran kerajinan Kriyanusa 2018 yang diikuti UMKM dari berbagai daerah di Indonesia. Selain media, blogger dan pengunjung, para pelaku UMKM pun turut berpartisipasi dalam acara ini.

belajar jualan online

MC Indra Bekti, Narasumber Ibu Septriana (Kemenkominfo) dan Bapak Agus (Blibli.com)

Dari acara tersebut saya baru tahu bahwa banyak sekali pelaku UMKM yang belum paham cara berjualan online. Padahal produk-produknya sangat bagus dan cukup unik, menurut saya akan keren ya kalau bisa dipasarkan secara digital. Selama ini kalau belanja online kan yang dibeli paling produk-produk luar yang harganya suka murah banget, dengan kualitas seadanya.

Ternyata hal tersebut di atas merupakan salah satu alasan adanya Gerakan Ayo UMKM Jualan Online. Supaya masyarakat Indonesia bisa lebih mudah membeli produk dalam negeri yang secara kualitas lebih unggul dari produk luar negeri. Forum yang berlangsung selama 2 jam dan dipandu oleh MC kondang Indra Bekti ini pun bertujuan untuk mengedukasi UMKM terkait penggunaan ecommerce, dan diharapkan agar UMKM dapat semakin terstimulasi untuk memaksimalkan ecommerce untuk mengembangkan usaha mereka.

Hadir sebagai narasumber, Ibu Septriana Tangkary selaku Direktur Informasi & Komunikasi Perekonomian & Maritim. Beliau mengatakan,“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 61.41%, dengan jumlah UMKM hampir mencapai 60 juta unit. Namun, baru sekitar 8% atau baru sebanyak 3,79 juta pelaku UMKM yang telah memanfaatkan platform online untuk memasarkan produknya. Padahal dengan memanfaatkan teknologi ecommerce, akan semakin mudah bagi UMKM untuk berhubungan dengan pembeli di manapun mereka berada.”

Whaww, 8% itu angka yang sangat sedikit, loh. Jangan heran kalau belanja di marketplace jarang sekali ya ada produk-produk kerajinan seperti yang dipamerkan di Jakarta Convention Center pada tanggal 26-30 September 2018 ini.

belajar jualan online

Faktanya dari sisi pelaku UMKM sendiri masih banyak yang enggan untuk memulai jualan online. Pertama karena akses internet di wilayah masing-masing, kedua karena ketidaktahuan. Untuk faktor yang pertama, solusi dari pemerintah adalah menugaskan Kemkominfo untuk dengan terus meningkatkan infrastruktur melalui proyek Palapa Ring agar akses internet dapat merata ke seluruh Indonesia termasuk wilayah Indonesia timur.

Sedangkan faktor yang yang kedua, Kemenkominfo bekerjasama dengan Blibli.com dalam mendampingi UMKM belajar jualan online seperti yang disampaikan oleh narasumber kedua, Bapak Agus Mulyo Pribadi—SME Sales Channel Blibli.com

UMKM Belajar Jualan Online bersama Blibli.com

Dalam memasarkan produk yang pertama kali harus disiapkan oleh UMKM adalah lokasi usaha. Seringnya lokasi usaha menjadi kendala karena biayanya yang semakin hari semakin meningkat. Saat ini marketplace dirasa tepat untuk UMKM yang ingin berjualan online.

Baca juga : Tips Memulai dan Mendapatkan Modal Usaha

Ada 4 alasan mengapa UMKM sudah harus beralih ke pasar digital. Pertama, jangkauan sangat luas. Melalui internet yang bisa diakses oleh siapa saja, produk UMKM yang dijual di marketplace lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli. Tak terbatas pada satu daerah sekitarnya saja, tapi produknya bisa dicari oleh seluruh pengguna internet di Indonesia bahkan di dunia.

Kedua, tidak memerlukan lokasi. Karena berjualan di marketplace bisa dilakukan di mana saja, kapan saja.

Ketiga, memangkas biaya. Tentu saja karena tidak memerlukan toko fisik sehingga biaya sewa tempat bisa dihapuskan atau dialihkan untuk operasional.

Keempat, untuk potensi pendapatan yang tidak terbatas. Selama produk tersedia dan selalu update stok, selama itu pula penjualan dapat berlangsung. Karena pengguna internet di Indonesia jumlahnya mencapai 132 juta, sehingga peluangnya sangat besar. Bahkan Indonesia berpeluang menjadi pasar transaksi online terbesar di Asia. Di tahun 2020 mendatang, transaksi e-commerce di Indonesia ditargetkan mencapai US$ 130 milyar. Hal ini dapat tercapai, jika UMKM juga turut terlibat dalam membangun pasar dari sisi penyedia barang.

belajar jualan online

Ada yang menarik di Blibli.com karena terdapat kolom khusus untuk UMKM pada ketegori Galeri Indonesia. Yang bertujuan agar calon pembeli dapat lebih mudah menemukan produk asli Indonesia. Dari materi yang dipaparkan oleh Bapak Agus saya menangkap pesan bahwa Blibli mengutamakan dua hal penting dalam jualan online, yaitu pelatihan terhadap UMKM dan kepuasan pelanggan.

Setiap yang mendaftar menjadi penjual di Blibli.com mendapat keuntungan sebagai berikut : pendampingan dan pelatihan bagi UMKM, gratis biaya promosi, gratis kemasan berlogo Blibli.com, fasilitas cicilan 0% dan gratis photoshoot. Photoshoot berlaku untuk kategori fashion. Pemilik usaha dipersilakan untuk mengirimkan produk kemudian Blibli.com akan memfoto dengan model, tidak dikenakan fee.

Bentuk perhatian kepada UMKM adalah pelatihan secara langsung, dari mulai membuat email, mendaftar jadi penjual, cara meng-upload produk dan mengelolanya melalui aplikasi serta cara pengambilan gambar produk.

Sedangkan kepuasan pelanggan adalah dalam bentuk garansi produk. Jika tidak sesuai dengan pesanan dan ingin di-retur, pembeli harus mengembalikan ke kantor Blibli.com untuk dicek apakah keluhannya sesuai. Baru kemudian pihak Blibli.com yang akan meneruskannya kepada penjual. Sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Begitupun dengan sistem pembayaran, seperti marketplace pada umumnya menggunakan rekening bersama atas nama Blibli.com. Yang apabila transaksi telah selesai barulah uang dari pembeli diteruskan kepada penjual. Hal ini untuk menghindari penipuan yang sering kali terjadi.

Teman-teman pelaku UMKM yang ingin belajar jualan online bisa langsung menghubungi Blibli.com, ya. Jangan lupa siapkan 3 hal penting ini : email, nomor rekening dan KTP yang masih berlaku.

Baca juga : Bisnis Online Syariah yang Menguntungkan Lahir Batin

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *