anak yang susah makan buah

Solusi Mudah untuk Anak Yang Susah Makan Buah

Ketika anak usia balita mulai mempelajari sesuatu, kita tentu excited mengajarkannya banyak hal termasuk memperkenalkan nama buah-buahan. Tapi selain pintar menyebutkan namanya, apakah anak-anak juga sudah tahu akan rasanya? Ada anak yang sejak kecil menyukainya, tetapi tak jarang juga para orang tua yang mengeluhkan tentang anak yang susah makan buah dan sayur.

Seorang anak mulai mengenal rasa melalui air ketuban ketika di dalam kandungan ibunya.  Maka anak akan menyukai apa yang dimakan oleh ibu, termasuk buah dan sayuran. Jangan heran kalau ada ibu yang tidak suka makan buah sejak hamil kemudian anaknya jadi tidak suka juga terhadap buah-buahan.

Pada postingan saya yang berjudul MPASI Tepat Untuk Nutrisi Terbaik 1.000 Hari Pertama, dijelaskan bahwa sumber zat gizi yang harus diterima oleh bayi adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Zat ini sumber terbesarnya memang bukan berasal dari buah dan sayur, melainkan dari daging, ikan dan hati ayam. Namun bukan berarti buah dan sayur menjadi tidak penting. Justru perkenalan terhadap rasa buah harus dimulai sejak dini.

Kandungan gizi yang terdapat di dalam buah adalah karbohidrat, serat, vitamin, mineral, flavonoid dan antioksidan. Karenanya sangat baik untuk pencernaan dan metabolisme tubuh.  Jika saat usia balita anak-anak sudah menyukai buah dan sayur maka besar kemungkinan kebiasaan ini akan terus berlanjut hingga dewasa. Dan orang dewasa sangat membutuhkan buah-buahan untuk mengurangi risiko penyakit degeneratif seperti stroke, diabetes, jantung koroner dan lain-lain.

Berdasarkan penelitian meta-analisis, dengan konsumsi buah dan sayur dapat mengurangi risiko kematian yang disebabkan oleh penyakit degeneratif . Sedangkan masyarakat Indonesia tergolong kurang makan sayur dan buah. Dari Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, disebutkan bahwa penduduk berusia di bawah 10 tahun tidak mengonsumsi sayur dan buah sesuai anjuran. Ini dia cikal bakal kurangnya jumlah buah dan sayur yang dikonsumsi ketika seseorang beranjak dewasa.

Informasi ini saya dapatkan ketika hadir sebagai undangan dalam peluncuran Milna Nature Delight, pada tanggal 5 Mei 2018 yang bertempat di The Foundry Resto, Jakarta. Dalam rangka kampanye rutin mengenai Momen Makan Pertama Si Kecil dari Milna Ahlinya Makanan Bayi dan sebagai forum untuk edukasi kepada para orang tua untuk lebih memahami MPASI serta manfaat buah dan sayuran.

Anak Susah makan Buah? Cobalah Berkali-kali Lagi

Buah dan sayur yang mengandung rasa asam dan pahit kurang disukai oleh anak-anak. Mereka lebih menyukai makanan dengan rasa manis dan asin atau gurih, karena seperti itulah rasanya ASI atau susu yang biasa diminum. Faktanya tak hanya anak-anak yang kurang suka buah dan sayuran. Ada juga orang dewasa yang sehari-hari tidak mengkonsumsi buah dan sayur sama sekali. Mungkin karena sejak kecilnya tidak dibiasakan dan keterusan sampai dewasa.

Badan kesehatan Dunia (WHO) secara umum menganjurkan anak balita dan anak usia sekolah untuk mengonsumsi sayur dan buah sebanyak 300-400 gram per orang per hari dan remaja hingga dewasa sebanyak 400-600 gram per orang per hari. Sekitar dua-per tiga dari jumlah tersebut disarankan dalam porsi sayuran.

Lalu bagaimana jika anak susah makan buah? Apakah harus dipaksakan?

Memang sebaiknya sedari bayi sudah dikenalkan dengan rasa buah dan sayuran. Berikan setiap hari sebagai menu MPASI hingga anak terbiasa. Namun jika anak sudah agak besar dan sudah terlanjur tidak menyukai buah, orang tua jangan langsung menyerah begitu saja.

Tidak cukup dengan 1 atau 2 kali percobaan hingga anak bisa menerima rasa buah dan sayuran. Butuh waktu 10 kali hingga 15 kali pemaparan agar anak mengenal buah dan sayur. Apa? Sebanyak itu pemaparannya? Iya, dan harus sabar. Jadi kalau selama ini anak tidak suka makan buah, coba dilihat lagi seberapa keras usaha kita mengenalkannya.

“Belum ada acuan kecukupan serat pada bayi di bawah usia 1 tahun, namun berbagai penelitian membuktikan bahwa paparan terhadap sayur dan buah secara berulang membuat penerimaan terhadap sayur dan buah menjadi lebih mudah di masa selanjutnya”, jelas Dr. dr. Conny Tanjung, Sp.A(K) sebagai narasumber pada peluncuran Milna Nature Delight.

solusi untuk anak yang susah makan buah

Memberikan MPASI Secara Benar

Selain Indonesia ternyata fenomena ‘anak tidak suka buah dan sayur’ juga terjadi di banyak negara. Tetapi para ibu yang memiliki bayi biasanya dengan gigih memperkenalkan buah dan sayur melalui MPASI (Makanan Pendukung ASI) ketika anak sudah berusia 6 bulan.

Rekomendasi dari WHO bahwa MPASI harus diberikan tepat waktu dengan kandungan nutrisi yang cukup dan seimbang, aman dan diberikan dengan cara yang benar. Beda usia, beda pula tekstur dan frekuensinya.

Umur 6-8 bulan dimulai dengan bubur halus, lembut, cukup kental dan dilanjutkan bertahap menjadi lebih kasar. Diberikan 2-3 kali sehari dan tetap disertai dengan ASI tetap sering. Umur 9-11 bulan makanan bisa dicincang halus atau disaring kasar, ditingkatkan semakin kasar sampai makanan bisa dipegang sendiri oleh bayi. Diberikan 3-4 kali sehari tergantung nafsu makannya. Kemudian untuk anak usia 12-23 bulan bisa diberikan makanan keluarga, bila perlu masih dicincang kasar. Diberikan 3-4 kali sehari tergantung nafsu makan si kecil.

Khusus untuk buah-buahan dahulu orang membuatkan jus untuk si kecil, karena mudah cara pemberiannya dengan botol. Ternyata cara ini bukanlah solusi yang tepat, karena buah mengandung gula dan apabila diberikan dengan botol dapat mengakibatkan karies gigi. Jadi sayang sekali kan kalau masih kecil giginya sudah rapuh akibat terpapar manis yang berlebihan.

Milna Nature Delight, Cara Baru Makan Buah Bagi Si Kecil

Milna sebagai salah satu brand unggulan Kalbe Nutritionals, tahun ini meluncurkan produk baru bernama Milna Nature Delight, sebagai solusi untuk cara mudah makan buah untuk si kecil. Christofer Samuel Lesmana selaku Brand Manager Milna menjelaskan, “Milna Nature Delight merupakan fruit puree dalam kemasan pouch yang sangat ideal dalam memperkenalkan rasa buah dengan mudah kepada si kecil sejak dini. Terbuat dari 100% buah asli, tanpa bahan pengawet dan tidak mengandung tambahan gula.”

Jadi rasa manis yang terkandung di dalamnya adalah manis dari buah itu sendiri. Teridi dari 3 varian rasa, yaitu varian Carrot Apple Pumpkin, varian Banana Strawberry dan varian Apple Peach.  Kemasan pouch berukuran 80gr ini sangat pas digenggaman si kecil. Melalui proses Advanced pasteurization technology, menjadikan Milna Nature Delight bisa langsung dinikmati setelah tutupnya dibuka, atau untuk bayi bisa dituang ke sendok terlebih dahulu sebelum diberikan. Aman dikonsumsi oleh anak usia 1-5 tahun, rasanya enak dan segar.

Bagi yang suka traveling Milna Nature Delight sangat cocok untuk dibawa ke manapun. Karena kemasan dan tutupnya sangat aman tidak akan tumpah meski terjadi guncangan selama perjalanan. Sehingga tidak ada alasan ‘tidak makan buah’ ya. Dan dengan kemudahan inilah akhirnya kita bisa lebih sering memberikan buah kepada anak sampai akhirnya anak terbiasa.

Jika si kecil tidak menghabiskannya dalam sekali waktu, masih bisa disimpan dan dilanjutkan lagi nanti. Tapi setelah tutupnya dibuka sebaiknya dihabiskan dalam waktu 6 jam agar tidak mengurangi nutrisinya. Atau jika dimasukkan ke lemari es, bisa dihabiskan dalam waktu kurang dari 48 jam.

Membiasakan Diri Makan Buah dan Sayur

Setelah mencoba rasa dari Milna Nature Delight saya sebagai orang dewasa saya sih suka. Suka banget malah. PRnya adalah bagaimana mengenalkan makanan enak ini ke anak saya. Dia baru icip-icip sedikit nih Milna Nature Delight-nya. Karena anak saya memang tipikal anak yang susah makan buah. Mungkin karena saya sendiri juga kurang sering makan buah, jarang menyediakan buah-buahan di rumah, sehingga ia jadi menolak setiap kali diberikan.Dan setelah acara launching tersebut si kecil jatuh sakit, demam tinggi karena flu dan batuk. Jadinya ya makin susah lagi diajarin makan buah, huhu. Saya masih menunggu saat yang tepat.

Kemudian saya lakukan percobaan untuk sering-sering makan buah di hadapannya. Apakah ia penasaran? Tentu tidak! Dari aroma buahnya saja dia sudah menjauh. Tapi saya tawari ia terus menerus dan memberinya sedikit demi sedikit. Akhirnya di hari ke empat ia benar-benar mau mencoba buah pepaya. Kelihatan agak kurang nyaman saat ia mengunyah, tapi alhamdulillah ada kemajuan sedikit.

Semoga setelah ini si kecil makin rajin lagi makan buahnya. Apalagi kalau dia sudah tahu betapa enaknya Milna Nature Delight ini, pasti ketagihan 😉

Sebagai orang tua harus rajin juga makan buah dan sayur agar kebiasaan ini bisa menular pada anak-anak.

Informasi lebih lanjut mengenai produk Milna silakan mengunjungi website dan sosial media sebagai berikut :

Website : www.milna.com

Facebook : MilnaID

Twitter : @BundaMilna

Instagram : @milnaid

pinit fg en round red 16 - Solusi Mudah untuk Anak Yang Susah Makan Buah
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

14 thoughts on “Solusi Mudah untuk Anak Yang Susah Makan Buah

  1. Fenni Bungsu says:

    Bagus banget nih solusi dari Milna. Bisa jadi rekomendasi buat Ponakan daku. Hemm, tapi Milna ini sudah tersedia di supermarket kan yah?

  2. Annafi says:

    Dulu pas aku masih kecil suka pilih-pilih makanan termasuk buah dan sayur 😖 sayang jaman dulu belum ada Milna Nature Delight, kalo ada mungkin aku ga akan susah jatuh cinta sama buah yaa mba hehe

  3. Aan says:

    saya suka teknologi seperti ini.. penting untuk tumbuh kembang anak. Milna Nature Delight, Terbuat dari 100% buah asli, tanpa bahan pengawet dan tidak mengandung tambahan gula. penting nih biar anak ga hiperaktif kebanyakan gula. kemasannya eye catching ya kak

  4. gita siwi says:

    Tuh ya penelitiannya jelas banget kalau dari kecil udah biasa makan sayur dan buah akan mengurangi resiko penyakit degerenatif salah satunya adalah jantung ya. Ini produk asli Indonesia ya

  5. Okti Li says:

    Iya nyatanya masih banyak orang tua yg mau anaknya suka makan buah dan sayur tapi mereka sendiri tidak pernah memberi contoh. Hehehe seharusnya ayah ibu rajin juga makan buah dan sayur agar kebiasaan ini bisa menular pada anak-anaknya ya…

  6. Keke Naima says:

    Kalau urusan makan buah, kayaknya saya lebih butuh tips untuk diri sendiri dibandingkan anak-anak. Untung anak-anak saya gak kayak bunda yang pemilih banget untuk buah 😀

  7. April Hamsa says:

    Anakku yang udah 3 tahun skrng suka nyemilin ini, pdhl biasanya dia enggak suka lho makan buah hehe.
    Inovasinya keren ya Milna ini, memudahkan anak2 makan buah secara asyik 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *