inspiring journey

Shafira Inspiring Journey, Menghargai Sebuah Proses

Saya pernah berpikir, mungkin sebagian dari kita memang ditakdirkan memiliki kisah hidup yang tidak biasa. Mungkin juga memang ada saatnya kita dipertemukan dengan orang-orang terpilih, yang mengalami perjalanan hidup luar biasa. Seperti pertemuan saya—dan teman-teman blogger, dengan Nadiah Fatimah. Seorang Lupus Survivor yang diundang oleh Shafira dalam acara Blogger Gathering Inspiring Journey.

Hari itu Kamis, 23 Agustus 2018, saya menghadiri gathering di restoran Twin House, Jakarta. Acara ini diselenggarakan untuk melengkapi perjalanan Shafira—brand busana muslim pertama di Indonesia, yang pada bulan Maret 2019 mendatang akan genap berusia 30 tahun.

Ibarat seorang perempuan, maka Shafira kini memasuki usia yang cukup matang. Berbagai tantangan yang hadir selama 30 tahun ini akhirnya membawa Shafira untuk menginspirasi para wanita Indonesia. Salah satunya dengan sharing session bersama Nadiah Fatimah, yang juga telah menempuh proses dan banyak pelajaran selama perjalanannya mencari kebahagian.

Bersama Dini Fitria—penulis novel Trilogi Cinta—sebagai moderator, acara ini berlangsung dengan interaktif dan penuh rasa haru.

The Journey of Nadiah Fatimah

Mereguk sejuta nikmat, mungkin itulah yang merepresentasikan perjalanan Nadiah, menurut dirinya sendiri. Yang meskipun pedih dan pahit bagi yang mendengarkan, Nadiah tetap konsisten mengucap “Alhamdulillah” pada setiap kalimatnya, ketika bercerita tentang masa lalu dan masa sekarang.

Pada saat Nadiah berada di puncak karirnya sebagai Liaison Officer, ia pernah mempertanyakan arti kebahagiaan. Nadiah mencari apakah kebahagiaan itu bisa karena materi, jabatan, popularitas, kecantikan atau lainnya. Sekian lama mencari akhirnya ia tahu bahwa bahagia itu adanya di dalam hati. Alhamdulillah hidayah dari Allah SWT pun datang dan membuatnya yakin untuk bahagia seseorang harus mendekatkan diri kepada Allah SWT, yang telah menciptakan hati itu sendiri.

Dalam prosesnya berhijrah, Nadiah dipertemukan dengan seorang pemuda yang ingin menikahinya dengan niat tulus karena Allah. Nadiah pun mengenakan hijab, meninggalkan pekerjaannya dan berniat memulai lembaran baru bersama pemuda tersebut. Semuanya berjalan lancar sampai di hari pernikahannya. Pasangan muda ini berniat pergi ke Belanda, tempat suami Nadiah bekerja.

Namun Allah SWT memiliki rencana lain, tepat di malam pernikahannya Nadiah mendapatkan penyakit lupus. Yaitu peradangan (inflamasi) kronis yang disebabkan oleh sistem imun atau kekebalan tubuh yang menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh sendiri. Sekujur tubuhnya bengkak dan mengalami rasa sakit yang tak terkira. Sampai sakit itu tak lagi terasa karena Nadiah akhirnya lumpuh. Dokter memvonisnya akan lumpuh seumur hidup.

Tiada Henti Bersyukur

Manusia diuji sesuai batas kemampuannya. Sebagai seorang muslimah, Nadiah pun meyakini hal ini. Dan disaat ujian itu mendera, ia justru merasa bersyukur bahwa rencana Allah sangatlah sempurna. Lihat saja bagaimana Dia memberikan suami terlebih dahulu ketimbang penyakitnya. Allah telah mempersiapkan seseorang untuk menjaga merawatnya dalam keadaan sakit.

Dalam masa itu, Nadiah memanfaatkan waktunya untuk memperdalam ilmu agama, hingga keyakinannya semakin kuat. Dan terus percaya tentang sebuah hikmah yang menantinya di masa mendatang. Sebuah cahaya terang akhirnya tiba setelah 11 bulan berbaring tanpa bisa melakukan aktivitas apapun. Suatu pagi Nadiah mampu menggerakkan jemari kakinya. There it goes, sebuah proses yang menemukan titik hasil.

Ketika diperiksa oleh dokter, Nadiah memiliki harapan itu. Harapan untuk sembuh dan kembali berjalan seperti sedia kala. Dengan menjalani pengobatan dan terapi, akhirnya Nadiah bisa berjalan hingga sekarang. Meski lupus masih ada di dalam tubuhnya, Nadiah berhasil melewati masa-masa sulitnya. Kini ia telah dianugerahi seorang putri cantik berusia 3 tahun yang bernama Aisyah.

Betapa kebesaran Allah SWT memang tak ada tandingannya. Dia menjadikan seseorang lumpuh di masa lalu untuk membuatnya kuat di masa mendatang. Dia menguji bagaimana hati seseorang akan tetap percaya kepadaNya dan ingin lebih dekat denganNya. Masya Allah, saya sungguh terharu dengan kisah ini. Semoga Nadiah dan keluarga selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Amiin.

inspiring journey

Nadiah Fatimah, senang bisa mengenal beliau

Baca juga : Pengobatan Kanker dengan Hati Bahagia

Saling Menemukan dan Menjadi Inspirasi

Untuk sebuah acara bertajuk “Inspiring Journey”, Shafira berhasil menemukan seseorang yang benar-benar inspiratif untuk berbagi kepada kami. Nadiah yang kini berusian 37 tahun tengah mengurus 23 majelis ta’lim di Jakarta, menjadi guru TPA dan motivator lupus. Alhamdulillah.

Mungkin bukan sebagian dari kita yang ditakdirkan memiliki kisah tak biasa, melainkan kita semua. Pada akhirnya kita akan menemukan ujian masing-masing dengan cara dan proses yang berbeda-beda. Semoga kita tetap menjadi orang yang sabar, istiqomah dan terus bangkit.

Seperti halnya setiap orang ingin terus melangkah maju, begitu pula dengan Shafira. Di usianya yang sebentar lagi 30 tahun, perusahaan busana muslim yang didirikan oleh Ibu Feny Mustafa ini telah melangkah cukup jauh dan terus menanjak. Bermula dari sebuah toko di Jakarta, kini Shafira telah mengikuti beberapa kali ajang fashion show dunia. Tahun 2015 Shafira turut berpartisipasi dalam New York Couture Fashion Week. Dan di tahun 2017, bekerjasama dengan Swarovski untuk pagelaran Dubai Sparkling Couture Infinity 2017.

Seli Maulani selaku Marcomm menyampaikan, setelah perjalanan 30 tahun ini Shafira ingin sekali lebih dikenal masyarakat luas dengan tetap mempertahankan kualitas busana muslim. Shafira memang sangat mengedepankan kualitas demi kepuasan pelanggan. Produk yang dikeluarkan pun selalu limited edition. Setiap kali hanya memproduksi 200 pcs untuk tiap item dan didistribusikan ke 20 Shafira Store di Seluruh Indonesia. Jadi tak heran jika model busana muslim sering berganti-ganti, karena memang hanya tersedia 10 pcs per item per store.

inspiring journey

Dini Fitria, Seli Maulani dan Nadiah Fatimah

Bagi saya, perlakuan seperti ini sangat menginspirasi juga, loh. Bagaimana sebuah bisnis tetap menjaga kualitas di atas kuantitas. Walau sebenarnya mampu untuk memproduksi lebih banyak namun keinginan untuk memberikan yang eksklusif kepada pencinta Shafira rasanya lebih penting.

Itulah sebabnya Shafira tetap bertahan dengan konsep handmade dan memanfaatkan kain-kain asli Nusantara. Setiap detail pada pakaian—seperti bordir, dikerjakan secara teliti dengan tangan. Begitu pun dengan kristal Swarovski yang menjadi daya tarik tersendiri, merupakan Swarovski asli dan disematkan satu per satu dengan tangan. Jadi tak perlu heran jika harga yang ditawarkan juga cukup eksklusif, mengingat proses dibaliknya sangat luar biasa.

Mix and Match Busana Muslim yang Fashionable

Gathering yang penuh inspirasi ini dilengkapi dengan sesi mix and match busana muslim dan tips memakai hijab, yang dibawakan oleh Novi dan Sita—fashion stylist dari Shafira. Ada 3 jenis outfit yang dipresentasikan, yaitu busana santai, busana kantoran dan busana pesta. Saya jadi mendapatkan pengetahuan baru seputar fashion dan memang benar ya, memakai hijab bukan berarti kita menjadi tidak fashionable.

Dari ketiga busana yang ditampilkan, semuanya merupakan busana dengan outer, inner (tunik) dan celana. Dengan tampilan mulai dari yang minimalis hingga yang elegan. Semuanya memiliki keunikan tersendiri dan cocok dipakai siapa saja.

Novi dan Sita, Fashion Stylist Shafira

Dari ketiga busana yang ditampilkan, semuanya merupakan busana dengan outer, inner (tunik) dan celana. Dengan tampilan mulai dari yang minimalis hingga yang elegan. Semuanya memiliki keunikan tersendiri dan cocok dipakai siapa saja.

inspiring journey

Kiri : busana ke kantor, tengah : busana santai, kanan : busana pesta

Busana Santai

Tema busana santai ini adalah Ngabaraga, yang pernah ditampilkan pada Indonesia Fashion Week 2018. Dengan didimonasi warna nude, setiap cutting-nya menonjolkan kesan unik. Pada bagian bawah dari blazer terdapat bordir yang dibuat secara handmade. Tuniknya cukup panjang sampai ke bawah lutut. Sedangkan jilbabnya berbahan premium organza yang super lembut dan mudah dibentuk, juga ada bordir bunga-bunga kecil hasil handmade. Cocok untuk dipakai saat hangout bersama teman dan keluarga.

inspiring journey

Busana ke Kantor

Untuk melakukan aktivitas ke kantor tentu kita memerlukan busana yang lebih resmi, ya. Untuk menambah rasa percaya diri dan juga meningkatkan kepercayaan orang lain kepada diri kita.

Outer dengan motif batik berwarna abu-abu ini memiliki retsleting depan yang cukup pendek. Pada kerahnya terdapat list kecokelatan yang senada dengan blouse inner-nya. Sedangkan celananya berwarna cokelat tua, mirip dengan warna hijabnya. Hijab yang kali ini adalah premium satin sayang sangat elegan. Di bagian sudut sebenarnya ada initial letter dari Swarovski, sayangnya saya tidak sempat mendapatkan gambarnya.

inspiring journey

Busana Pesta

Busana malam ini dari jauh saja sudah terlihat mewah. Pada outernya terdapat Swarovski pada bagian dada dan full di bagian kerah. Tuniknya dengan cutting baby doll dan celana panjang melengkapi outfit ini untuk ke pesta. Hijbanya juga merupakan premium satin yang lembut. Mengenakan busana ini sudah oke tanpa harus memakai asesoris macam-macam lagi. Karena dari outernya sudah blink-blink.

inspiring journey

Mewah 🙂

inspiring journey

Swarovski yang ditempel satu per satu menggunakan tangan

Tips Memakai Hijab

Novi dan Sita juga membagikan tips memakai hijab untuk menunjang penampilan wanita. Jadi untuk memberi kesan wajah tirus, kita tidak harus memakai hijab terlalu ke depan. Cukup posisikan hijab di atas kepala, lalu tarik lurus melalui tulang pipi hingga ke bawah dagu. Tidak perlu memberi lipatan hijab pada bagian pipi karena bisa menimbulkan efek tembam.

Gunakan pentul, jangan peniti. Karena peniti lebih mudah merusak hijab. Kan sedih ya, hijabnya sudah bagus lalu ada rusaknya gara-gara pemakaian yang kurang tepat.

Quality Control Shafira

Selain eksklusif dan elegan, Shafira juga menerapkan quality control pada setiap busana yang dikeluarkan, baik itu hijab maupun pakaian. Semua harus sempurna sebelum sampai di toko-toko Shafira. Tidak mentolelir noda dan cacat sedikitpun. Bahkan untuk jahitan yang kurang sempurna walau hanya satu langkah jarum pun sudah dianggap produk cacat.

Whaaaa, luar biasa sekali. Dari awal hingga akhir acara ini sangat menginspirasi saya. Ketelitian Shafira menjadi self reminder bagi diri saya sendiri bahwa setiap melakukan sesuatu kita harus serius dan tidak setengah-setengah.

Semoga tulisan saya kali ini juga bisa menginspiras teman-teman semua, ya.

Terima kasih

Saya ucapkan terima kasih banyak kepada ISB yang telah memilih saya sebagai salah satu blogger yang berhak menghadiri acara ini. Terima kasih tentunya kepada Shafira, semoga sukses selalu dan semakin banyak lagi yang terinspirasi. Terima kasih Nadiah Fatimah yang telah bersedia berbagi, hingga membuka mata saya akan arti hidup. Dan terima kasih Dini Fitria yang telah membawakan acara ini dengan sangat baik.

inspiring journey

Thank you, goodie bag dari Shafira dan Zoya Cosmetic

Oh ya, pada acara ini juga ada workshop singkat fotografi bersama Yogie Bowei tentang teknik foto OOTD (Outfit of the Day), silakan baca pada artikel Belajar Foto OOTD Keren ini, semoga bisa menambah pengetahuan di bidang fotografi.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

12 thoughts on “Shafira Inspiring Journey, Menghargai Sebuah Proses

  1. Annafi says:

    Semua bajunya cakep banget ya allah 😍 mupeng sama baju kantor dan baju pestanya.. Tapi ga yakin ukurannya ada yang cucok buatque huhu

  2. Ika Maya Susanti says:

    Takjub sama ceritanya Mbak Nadiah. Emang penyakit lupus itu nggak bisa diduga ya penyebabnya apa.
    Btw, pas baca yang produk cacat sampe salah jahitan, saya mah mau banget kalo dapat hibahannya. Hehehe…

  3. Ida Tahmidah says:

    Safira zaman saya masih SMA sudah berkibar di Bandung beberapa cabangnya pernah saya sambangi,, waktu itu masih sedikit yg bergerak di bidang busana muslimah. Safira menjadi pionir nih dan tetap eksis sampai sekarang.. keren..

  4. Shinta Juliana says:

    Ah.. Inspiring banget kisah mba nadiah. Emang ya kadang segala bentuk ujian ataupun pertolongan Allah itu datang di waktu yang bener2 tepat dan tentunya dengan alasan kuat. Inner beautynya mancar banget dari senyuman mba nadiah, inner beauty yang keluar krn kesabaran menghadapi ujian2 Allah. …

  5. Ade UFi says:

    Dulu jamannya masih kerja kantoran, selalu beli baju shafira. Modis model2 bajunya. Jadi seneng aja kalau oakai shafira. Tapi nyarinya di bazar2, biar dapet harga murah.. xixixi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *