rumah mikro

Rumah Mikro Ala Jepang

Memiliki lahan yang kurang besar tentunya membuat Anda bingung bagaimana renovasi rumah dengan desain dan bentuk yang cocok dengannya, di Indonesia sendiri umumnya rumah yang memiliki lahan yang sempit memiliki bentuk yang biasa-biasa saja sehingga kurang menarik perhatian. Jika Anda mau renovasi rumah dengan gaya yang baru, Anda bisa mencoba hunian bergaya mikro yang sekarang ini lebih sering disebut sebagai small house dari negeri sakura ini.

Rumah mikro atau dalam bahasa Jepang disebut juga dengan nama Kyosho jutaku sebenarnya sudah lama hadir di Jepang sejak abad ke 13. Rumah mikro yang memiliki ukuran sebesar tempat parkir mulai populer di Jepang pada tahun 1990-an. Hal ini terjadi karena pada tahun tersebut mahalnya harga perumahan dan krisis ekonomi melanda, oleh karena itu banyak masyarakat terutama anak muda Jepang mulai membangun rumah dipinggiran kota. Selain memiliki harga yang lebih murah, tentunya rumah tersebut dibuat lebih dinamis.

Bangun Rumah Mikro setinggi mungkin

Memiliki luas lahan yang sempit tentunya ruang gerak Anda juga terbatas. Oleh karena itu, untuk mengatasinya Anda harus membangun rumah mikro setinggi mungkin.

Manfaatkan cahaya matahari

Umumnya rumah mikro memiliki banyak jendela besar, yang difungsikan untuk
memasukan cahaya matahari sebanyak mungkin. Selain untuk menghemat penggunaan
listrik, penggunaan jendela yang besar juga membuat hunian terasa luas.

Out of the box

Karena memiliki lahan yang sempit dan seadanya, rumah mikro cederung memiliki bentuk yang unik. Renovasi rumah Anda semaksimal mungkin, sesuai dengan fungsi serta kebutuhan Anda.

Warna monokrom

Gunakan warna putih atau warna monokrom lainnya seperti Abu-abu. penggunaan warna yang sama pada seluruh dinding rumah dapat memanipulasi visual rumah Anda sehingga akan terasa luas. Atau, jika Anda renovasi rumah dengan menggunakan dinding berbahan beton. Anda tidak perlu mengecat dinding rumah Anda lagi, tentunya penggunaan beton dapat memberikan kesan alami dan kuat.

Terbuka dan Continuity

Nilai utama yang terletak pada rumah mikro adalah tidak adanya dinding penyekat yang membatasi antar ruangan. Dengan bentuknya yang terbuka, hunian tidak terlihat sempit, dan Anda dapat melihat keseluruh penjuru rumah. Dengan adanya fungsi continuity pada rumah makro membuat Ada lebih mudah dan bebas berpindah tempat dari suatu ruang ke ruang lainnya.

rumah mikro

Sembunyikan tempat penyimpanan

Seiring berjalannya waktu Anda akan banyak membeli beberapa barang kebutuhan. Jika diletakan begitu saja ditempat terbuka tentunya rumah akan terlihat berantakan dan lebih sempit. Untuk memberikan kesan yang rapih serta luas, Anda dapat renovasi rumah dengan membuat ruang penyimpanan tersembunyi.

Material anti mainstream

Rumah mikro merupakan rumah unik yang memakai material apa saja. Anda dapat menggunakan berbagai bahan bekas ataupun material yang tidak umum digunakan. Jika Anda ingin memiliki taman untuk Anda bersantai serta berkebun, akan tetapi Anda juga menginginkan privasi yang lebih. Tentunya hal tersebut harus dipertimbangkan karena ukuran lahan yang sempit, serta memerlukan bantuan alam seperti cahaya matahari ataupun angin untuk berkebun. Jangan khawatir, Anda dapat menggunakan panel metal bergelombang untuk menutupi lapisan privasi Anda. Dengan ukurannya yang bergelombang serta tebal tentunya akan sulit dilihat. Anda memperoleh privasi, tetapi masih bisa melihat pergerakan orang dan lingkungan di luar tembok.

Bagaimana? Menarik bukan memiliki rumah mikro ini. Jangan khawatir dengan ukuran lahan yang Anda miliki, Anda dapat renovasi rumah dengan desain dan konsep yang matang. Tentunya, hunian Anda tidak akan kalah cantik dengan yang memiliki lahan lebih luas.

Baca juga : Cara Sederhana Mengatasi Saluran Air Yang Mampet

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

23 thoughts on “Rumah Mikro Ala Jepang

  1. Nia K. Haryanto says:

    Aku selalu suka deh sama rumah orang Jepang. Adem, keliatan selalu bersih, minimalis. Suatu saat, kepengen deh punya rumah, atau bagian di rumah yang kayak rumah Jepang. 🙂

  2. gita siwi says:

    Aku malah nggak suka simpan2 barabg yang udah nggak ke pakai hahaha. Gemes ya liat rumah-rumah orang Jepang. Iya setuju rumah mungil belum tentu nggak bisa nyaman

  3. Innova Carolina says:

    saya termasuk penganut hunian minimalis apalagi tinggal di apartemen ngga sembarangan bisa belanja banyak barang. bahkan tidak jarang barang tidak terpakai harus tega dibuang karena bikin sesah s=ruangan

  4. Fenni Bungsu says:

    Daku mau banget punya hunian kayak gitu. Warnanya monokrom, simple, nyaman dan terlihat elegan. Doain yah mbak, daku punya rumah seperti itu, aamiin 😊

  5. Ade UFi says:

    Wah prinsip ibu sama dengan suamiku. Suka gatel pengen buangin. Hihi.. kebayang barang banyak tapi rumah kecil kayak rumah jepang. Sumpek deh.. xixi

  6. Endah marina says:

    Selalu suka liat rumah Jepang , sangat minimalis dan rapii, udah gitu setiap sudut nya sangat diperhatikan detailnya… Aku kalo lg nonton drama Jepang bikin mupeng liat isi rumah nya

  7. Amallia Sarah says:

    Aku termasuk orang yang senang juga warna monocrom mbak. Adem aja di mata. Suka pengen deh menerapkan pola hidup yang baik seperti keluarga di Jepang, cuma masih agak susah nih. Aku masih suka simpan barang macem2 hehhee.

  8. April Hamsa says:

    Aku suka nonton acara Before After di salah satu stasiun Jepang yg ceritanya soal bongkar2 rumah dan ngebangun lg itu. Ya ampun rumah kecil banget jd lega dan banyak ruang krn emang mereka mikir desain dan bahannya out of thebox. Salut ya. Arsitek kita pasti bisa jg, sayang di sini materialnya kyke mahal ya 🙁

  9. Ki Demang says:

    Jepang nggak jago di inovasi teknologi juga, mereka jago inovasi di properti juga. sebenernya intinya mereka konsisten sama budaya sih yak, jadi melahirkan ide ide cemerlang, tapi sesuai dengan karakter alam. bukan sekedar inovasi aja.

  10. Melinda Niswantari says:

    Kalau lihat film Jepang dengan gaya rumahnya mini ini jadi unik ya, mereka rata2 barang-barangnya juga nda banyak kayak aku yang orang Indonesia jadi dengan rumah mini pr minimalis pun oke2 aja 🙂

    tapi bisa ditiru juga nih tipsnya kebetulan aku juga ada rencan mau renovasi rumah, nunggu dana nya dulu tapi biar sekalian renovanya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *