rumah mikro - Rumah Mikro - Hunian Mini Ala Jepang

Rumah Mikro – Hunian Mini Ala Jepang

Beberapa waktu lalu saya baru saja bersih-bersih gudang, yang isinya benda-benda prasejarah milik Ibu saya. Beliau adalah tipe orang yang berprinsip “siapa tahu nanti terpakai”, padahal sih enggak pernah dipakai sama sekali dan akhirnya semua berakhir jadi rongsokan. Rumah kami merupakan bangunan zaman dahulu dengan ukuran kamar dan ruang lainnya yang besar-besar. Herannya masih saja terasa sempit karena banyak benda-benda tak terpakai.

Lalu bagaimana dengan bangunan rumah zaman sekarang, yang kecil tapi kok malah kelihatan lega?? Apalagi sekarang harga rumah kan mahal banget, rata-rata orang akan bangun rumah berukuran minimalis, atau merenovasi dengan model rumah kekinian.

Memiliki lahan yang kurang besar tentunya menjadi tantangan tersendiri ketika ingin merenovasi rumah. Di Indonesia sendiri umumnya rumah yang memiliki lahan sempit memiliki bentuk yang biasa-biasa saja sehingga kurang menarik perhatian. Untuk merenovasi rumah dengan suasana yang baru, kenapa enggak coba hunian bergaya mikro yang sekarang ini lebih sering disebut sebagai small house dari negeri sakura ini.

Rumah mikro atau dalam bahasa Jepang disebut juga dengan nama Kyosho jutaku sebenarnya sudah lama hadir di Jepang sejak abad ke 13. Rumah mikro yang memiliki ukuran sebesar tempat parkir mulai populer di Jepang pada tahun 1990-an. Hal ini terjadi karena pada tahun tersebut mahalnya harga perumahan dan krisis ekonomi melanda, oleh karena itu banyak masyarakat terutama anak muda Jepang mulai membangun rumah dipinggiran kota. Selain memiliki harga yang lebih murah, tentunya rumah tersebut dibuat lebih dinamis.

Berikut ini adalah tips renovasi rumah bergaya mikro yang dapat kita terapkan untuk bangunan rumah dengan lahan sempit.

Bangun setinggi mungkin

Memiliki luas lahan yang sempit tentunya ruang gerak menjadi terbatas. Oleh karena itu, untuk mengatasinya rumah mikro harus dibangun setinggi mungkin agar bisa tercipta berbagai ruang.

Manfaatkan cahaya matahari

Umumnya rumah mikro memiliki banyak jendela besar, yang difungsikan untuk memasukkan cahaya matahari sebanyak mungkin. Selain untuk menghemat penggunaan listrik, penggunaan jendela yang besar juga membuat hunian terasa luas. Sebaliknya jendela yang kecil akan membuat ruangan terasa sumpek, jadi mulai tinggalkan jendela jenis tersebut.

Out of the box

Karena memiliki lahan yang sempit dan seadanya, rumah mikro cenderung memiliki
bentuk yang unik. Renovasi rumah bisa dibuat semaksimal mungkin, sesuai dengan fungsi serta
kebutuhan pemilik rumah. Misalnya yang ngetrend sekarang adalah ruang makan yang menyatu dengan dapur.

rumah mikro

Warna monokrom

Gunakan warna putih atau warna monokrom lainnya seperti abu-abu. Penggunaan warna yang sama pada seluruh dinding rumah dapat memanipulasi visual rumah sehingga memiliki kesan lebih luas. Atau, jika dinding beton menjadi pilihan maka dinding tersebut tidak perlu dicat lagi. Lagipula dinding beton dapat memberikan kesan alami, kuat dan unik.

Terbuka dan continuity

Nilai utama yang terletak pada rumah mikro adalah tidak adanya dinding penyekat yang membatasi antar ruangan. Dengan bentuknya yang terbuka, hunian tidak terlihat sempit, dan seluruh penjuru rumah bisa terlihat dalam sekali sapuan pandangan. Keuntungannya adalah kita jadi bisa lebih mudah dan cepat berpindah tempat dari satu ruang ke ruang lainnya.

Sembunyikan tempat penyimpanan

Seiring berjalannya waktu kita pasti akan banyak membeli beberapa barang kebutuhan. Jika diletakan begitu saja ditempat terbuka tentunya rumah akan terlihat berantakan dan lebih sempit. Untuk memberikan kesan yang rapih serta luas, buatlah ruangan penyimpanan yang tersembunyi seperti di bawah tangga.

Material anti mainstream

Rumah mikro merupakan rumah unik yang memakai material apa saja, bisa menggunakan bahan bekas ataupun material lain yang sebenarnya tidak umum digunakan. Contoh material anti mainstream yang bisa digunakan adalah panel metal bergelombang, untuk menutupi lapisan privasi jika menginginkan sebuah taman di hunian mikro. Dengan ukurannya yang bergelombang serta tebal tentunya akan sulit dilihat. Selain memperoleh privasi, kita juga masih bisa melihat pergerakan orang dan lingkungan di luar tembok.

Setelah tahu apa saja yang perlu dipersiapkan ternyata seru juga ya memiliki rumah mikro ini. Ukuran lahan yang sempit enggak lagi jadi penghalang untuk sebuah rumah yang nyaman dan gaya. Merencanakan renovasi rumah dengan desain dan konsep yang matang bisa bikin rumah kecil jadi enggak kalah cantik dengan yang memiliki lahan lebih luas.

pinit fg en round red 16 - Rumah Mikro - Hunian Mini Ala Jepang
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

23 thoughts on “Rumah Mikro – Hunian Mini Ala Jepang

  1. Nia K. Haryanto says:

    Aku selalu suka deh sama rumah orang Jepang. Adem, keliatan selalu bersih, minimalis. Suatu saat, kepengen deh punya rumah, atau bagian di rumah yang kayak rumah Jepang. πŸ™‚

  2. gita siwi says:

    Aku malah nggak suka simpan2 barabg yang udah nggak ke pakai hahaha. Gemes ya liat rumah-rumah orang Jepang. Iya setuju rumah mungil belum tentu nggak bisa nyaman

  3. Innova Carolina says:

    saya termasuk penganut hunian minimalis apalagi tinggal di apartemen ngga sembarangan bisa belanja banyak barang. bahkan tidak jarang barang tidak terpakai harus tega dibuang karena bikin sesah s=ruangan

  4. Fenni Bungsu says:

    Daku mau banget punya hunian kayak gitu. Warnanya monokrom, simple, nyaman dan terlihat elegan. Doain yah mbak, daku punya rumah seperti itu, aamiin 😊

  5. Ade UFi says:

    Wah prinsip ibu sama dengan suamiku. Suka gatel pengen buangin. Hihi.. kebayang barang banyak tapi rumah kecil kayak rumah jepang. Sumpek deh.. xixi

  6. Endah marina says:

    Selalu suka liat rumah Jepang , sangat minimalis dan rapii, udah gitu setiap sudut nya sangat diperhatikan detailnya… Aku kalo lg nonton drama Jepang bikin mupeng liat isi rumah nya

  7. Amallia Sarah says:

    Aku termasuk orang yang senang juga warna monocrom mbak. Adem aja di mata. Suka pengen deh menerapkan pola hidup yang baik seperti keluarga di Jepang, cuma masih agak susah nih. Aku masih suka simpan barang macem2 hehhee.

  8. April Hamsa says:

    Aku suka nonton acara Before After di salah satu stasiun Jepang yg ceritanya soal bongkar2 rumah dan ngebangun lg itu. Ya ampun rumah kecil banget jd lega dan banyak ruang krn emang mereka mikir desain dan bahannya out of thebox. Salut ya. Arsitek kita pasti bisa jg, sayang di sini materialnya kyke mahal ya πŸ™

  9. Ki Demang says:

    Jepang nggak jago di inovasi teknologi juga, mereka jago inovasi di properti juga. sebenernya intinya mereka konsisten sama budaya sih yak, jadi melahirkan ide ide cemerlang, tapi sesuai dengan karakter alam. bukan sekedar inovasi aja.

  10. Melinda Niswantari says:

    Kalau lihat film Jepang dengan gaya rumahnya mini ini jadi unik ya, mereka rata2 barang-barangnya juga nda banyak kayak aku yang orang Indonesia jadi dengan rumah mini pr minimalis pun oke2 aja πŸ™‚

    tapi bisa ditiru juga nih tipsnya kebetulan aku juga ada rencan mau renovasi rumah, nunggu dana nya dulu tapi biar sekalian renovanya πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *