Rebranding Koperasi Bersama Pemuda Milenial

Masih ingatkah kawan, ketika koperasi pernah berjaya dulu? Ya nggak jaya-jaya banget sih, setidaknya kita tahu koperasi ada di bawah tangga sekolah, menyediakan buku dan alat tulis, baju seragam, snack dan lain-lain yang berhubungan dengan kebutuhan siswa-siswi sekolah. Lalu sekarang kemana perginya koperasi?

Di mata pelajaran Ekonomi kita pernah mempelajari tentang koperasi, yang artinya adalah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama, melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

Di Indonesia, koperasi berada di bawah naungan Kementrian  Koperasi dan UKM. Demi peningkatan kredibilitas koperasi maka diselenggarakan seminar dengan mengundang para pelaku koperasi dan pemuda untuk sosialisasi Re-Branding koperasi.

Cooperative talk yang berlangsung di auditorium Kemenkop UKM – Jakarta, pada tanggal 27 Oktober 2017 ini bertema “Pemuda dan Rebranding Koperasi di Era Milenial”.

Rebranding koperasi

Diawali dengan sambutan dari Bapak Ir. Meliadi Sembiring, M.Sc (Deputi Kelembagaan Kemenkop UKM) yang menyampaikan bahwa beliau sangat berharap besar kepada para pemuda milenial untuk membawa koperasi ke arah yang lebih baik.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik tahun 2016, di Indonesia terdapat 212.334 koperasi berbadan hukum yang beranggotakan lebih dari 36 juta orang. Sedangkan menurut Kemenkop UKM, 65% dari jumlah tersebut adalah koperasi yang mati suri, atau tidak aktif.

Wah, sayang sekali ya? Padahal koperasi berpotensi untuk menciptakan keadilan, mengatasi kemiskinan, kemakmuran, menghilangkan kesenjangan.

Apa Itu Rebranding Koperasi?

Rebranding jika diartikan secara bahasa memiliki makna merubah atau memperbaharui sebuah brand image yang telah ada agar menjadi lebih baik.

Rebranding ini perlu dilakukan untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat kepada Koperasi. Tentunya dengan mengangkat nilai-nilai dan prinsipnya sebagai basis keunggulan dari generasi ke generasi.

Mas Suroto, seorang aktivis koperasi yang didaulat menjadi salah satu narasumber kali itu mengatakan, “Karena persepsi masyarakat tentang koperasi selama ini masih terbatas pada simpan pinjam, usahanya bermasalah dan berskala kecil serta bukan merupakan pilihan anak muda.” maka dengan ini Koperasi harus bangkit menjadi bisnis yang lebih dari sekedar persepsi tersebut.

Koperasi harus dapat memenuhi sektor riil, profesional, mencakup usaha besar dan tidak ketinggalan zaman. Inilah yang dibutuhkan agar koperasi mampu bersaing dengan bisnis lainnya.

Sedangkan menurut Mas Pendi Yusuf (Pemimpin Koperasi Pemuda Indonesia), Rebranding koperasi tidak dimulai dengan organisasi induk (dalam hal ini Koperasi Indonesia). Melainkan bisa dimulai dari produk-produk Koperasi Indonesia yang secara mendasar dibutuhkan oleh anggota atau calon anggotanya. Yaitu sistem kegiatan berkoperasinya dan lembaga penyelenggaranya.

Sebagai contoh, Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) saat ini bisa dijadikan acuan karena merupakan koperasi yang paling dekat dengan target utama yaitu generasi muda.

Rebranding Koperasi Bersama Pemuda

Mengapa harus pemuda? Karena demografis generasi milenial berjumlah 60% dari total keseluruhan penduduk Indonesia, yaitu yang berusia antara 17 – 35 tahun. Selain itu para pemuda masa kini memiliki kemampuan dan keahlian yang lebih baik dibidang digital, jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Baca juga : Koperasi Era Digital

Mari kita lihat, apa yang bisa dilakukan oleh pemuda Indonesia dalam rangka rebranding koperasi.

  • Melalui teknologi informasi generasi milenial dapat menyebarluaskan praktek tatakelola koperasi dan menjadi creator dalam menciptakan karya kreatif
  • Kemampuan pemuda dalam membuat animasi dapat menyampaikan pesan yang lebih mudah dimengerti masyarakat
  • Menciptakan iklan yang menarik, salah satunya dengan menciptakan tagline baru agar masyarakat lebih familiar
  • Membuat aplikasi-aplikasi yang bermanfaat, serta menjadi motivator bagi pemuda lainnya.

Menurut Sekretaris Deputi Kelembagaan Kemenkop UKM, Bapak Bagyo Sudarsono, mengikuti perkembangan zaman rebranding koperasi juga bisa melibatkan public figure sebagai brand endorser. Tentunya brand endorser yang ditunjuk merupakan seseorang yang memiliki image positif sekaligus kepercayaan yang tinggi di mata publik.

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *