Nonton Konser Bawa Balita? Bisa Kok!

Setelah menikah, banyak hal berubah. Dari sendiri menjadi berdua, lalu bertiga sama anak. Dari nggak bisa masak, jadi bisa bikin nasi goreng (apa? hanya itu saja kah??). Tapi ada yang nggak berubah. Saya dan suami sama-sama masih suka untuk sesekali datang ke konser musik. Dan setelah Hammam lahir, hobi yang ini masih terus berlanjut. Memangnya nggak apa-apa, nonton konser bawa balita? Kami sih yes. Eh maksudnya so far nggak apa-apa, nggak ada problem yang berarti deh gitu.

mood-booster-5

Pertama-tama, saya mau cerita dulu kenapa kami suka membawa Hammam ke acara seperti konser musik dan sejenisnya. Tahun 2013 yang silam saya nonton konser Sheila on 7 di Senayan. That was my first time to see this band’s live performance, yang mana saat itu saya noraknya minta ampun.

Sebelum SO7 naik panggung kami disuguhi penampilan dari Band Kotak. Suasana sudah ramai sekali tapi penonton belum padat-padat amat. Lalu saya lihat ada keluarga kecil yang datang untuk SO7. Ayah, Ibu dan seorang anak yang saya taksir usianya sekitar 3 atau 4 tahun. Mengapa saya tahu bahwa mereka berniat nonton SO7?

Karena Ayah dan anaknya pakai baju kembaran, bertuliskan Sheila on 7 di bagian depannya. Very cute deh anaknya. Saat itu saya bilang ke suami : ‘Kalau kita punya anak nanti, bisa kayak gitu gak ya?’ maksudnya tuh bisa nggak ya, nonton konser bawa anak? Dan pak suami menjawab ‘Iya, bisa’. Udah, percakapan nggak berlanjut.

Akhirnya setelah Hammam lahir dan agak gedean, kami coba mengajaknya nonton Sheila on 7 yang waktu itu manggung di daerah Cilandak. Kepingin tahu, apakah Hammam betah atau rewel. And you know, what? Hammam betah! Bukan sekedar betah, sih. He enjoyed every single song dan cenderung nggak mau diajak pulang.

Baca juga : Me Time, Mood Booster Paling Ampuh

Besoknya banyak yang tanya ‘Kok bisa sih nonton konser bawa anak? Apa nggak kerepotan tuh?’ Yaa, namanya bawa anak kecil ya. Nggak lagi nonton konser aja udah repot, kan. Tapi ada triknya kok.

Nonton Konser Musik Bersama Anak

Tips yang akan saya sampaikan ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi, jadi belum tentu akan sama hasilnya jika diterapkan pada keluarga lain. Kenapa saya bilang ‘nonton konser bersama anak’ dan bukan ‘bersama anak-anak’? Karena sampai terakhir kami nonton konser anak kami masih satu.

Jika Sudah Saatnya

Semua persoalan itu ada saatnya. Makanya kita suka berandai-andai ‘Kapan ya saya bisa jalan-jalan ke luar negeri? Kapan ya saya bisa nonton konser bawa anak?’, karena kita punya keyakinan (meskipun sedikit) bahwa yang diinginkan itu bisa terwujud. Semua itu jika sudah waktunya pasti akan terjadi juga. Kalau sampai sekarang belum kesampaian, ya berarti belum saatnya.

Kapan anak sudah bisa dibawa nonton konser musik? Berbeda-beda tiap anak. Pertama kali Hammam ikut nonton konser saat usianya 1 tahun 10 bulan, dimana dia sudah bisa :

  • Berjalan sendiri. Ketika menunggu Band siap manggung, Hammam mondar-mandir muterin panggung untuk mengusir rasa bosan. Lagipula capek kan kalau harus terus-terusan menggendong.
  • Mengungkapkan keinginan. Atau setidaknya bahasa tubuh si anak sudah menunjukkan tanda-tanda tertentu. Misalnya lapar, haus, mengantuk.

Baca juga : Pengalaman Toilet Training

  • Mengenali musik. Mungkin ketika anak belum familiar dengan musik, boleh-boleh saja ikutan nonton live music. Tapi akan lebih seru kalau anak sudah mengenali, bisa bergoyang dan tepuk tangan.

Briefing

Saat memutuskan untuk nonton konser bawa balita, sebisa mungkin diobrolin sama pasangan. Tentang beberapa kemungkinan yang akan terjadi seperti :

Waktu keberangkatan. Sesuaikan waktu dengan kondisi yang ada. Usahakan jangan terlambat karena rugi kalau ketinggalan hehe.

Waktu harus pulang. Mungkin kita memang hobi nonton konser, tapi ingat sekarang kita bawa anak. Sepakati kapan harus meninggalkan acara, misalnya jika sudah ada tanda-tanda anak mulai bosan dan capek. Mau sampai selesai? Boleh saja asal anak nggak rewel.

Bergiliran. Menggendong anak ketika acara berlangsung bisa bergantian. Tapi kalau pak suami rela melakukan tugas itu dari awal hingga akhir ya alhamdulillah. Kalau anaknya udah nggak mau digendong? Berarti bergiliran jagain anak. Jangan keasyikan nonton malah bikin anak keluyuran sendiri.

Perhatikan Kesehatan Satu Keluarga

Butuh stamina yang prima untuk hadir ke suatu acara musik. Karena kita tidak akan pernah membiarkan penyanyi kesayangan untuk bernyanyi sendirian. LOL.

Perhatikan juga kesehatan anggota keluarga yang lain, apakah bapaknya bocah sedang fit atau tidak. Apakah anak juga sedang dalam kesehatan yang baik atau malah lagi lemas.

Bawaan Yang Seperlunya

Kita harus ringkas saat menonton konser. Meskipun mengajak balita, usahakan barang terpenting saja yang dibawa. Jangan lupa bawa botol minum ya. Kalau bisa botol sendiri dari rumah, jangan botol minum air mineral biasa.

Soalnya kadang ada pemeriksaan tas, karena kita nggak boleh bawa makan dan minuman dari luar. Biasanya juga nonton konser itu nggak boleh bawa botol air mineral, dikhawatirkan penonton saling melempar botol kayak yang kita lihat di tivi-tivi gitu loh.

Pengalaman saya, botol minum macam yang merek Tapuwer itu nggak diambil sama petugas.

Perut Kenyang

Keasyikan nonton band favorit tampil di atas panggung, jangan sampai cacing di perut malah bikin konser sendiri. Usahakan perut sudah terisi sebelum kita memasuki arena konser, karena kemungkinan besar akan sulit mendapatkan makanan di dalam sana. Lagipula, yakin bisa makan di tengah syair lagu yang kadang bikin baper? 😛

Apalagi perutnya si kecil, wajib banget nih udah keisi. Kasihan kan, niat hati mau senang-senang malah bikin anak masuk angin.

Baca juga : Beli Lauk, Pilihan Ibu Yang Sibuk

Cari Tempat Aman

Terakhir kali nonton konser Sheila on 7 bulan lalu pada acara yang diselenggarakan oleh KASKUS, kami pergi berempat bersama satu orang keponakan saya yang sudah remaja. Mungkin karena tahu saya amat ngefans dengan band yang satu ini, pak suami merelakan waktu dan tenaganya untuk menjaga Hammam agak jauh dari kerumunan penonton. Namun dari tempat tersebut masih tetap bisa nonton dari kejauhan.

Begitu acara bubar, saya dapat laporan bahwa Hammam really enjoyed the concert. So, carilah tempat yang aman untuk nonton bersama anak. Kalau anaknya memang suka musik pasti dia akan tetap joged kok, hahahaha.

Oh ya, jangan terlalu dekat juga dengan lokasi sound system. Kasihan anaknya, nanti jantungnya berdebar-debar terlalu kencang dan telinganya juga bisa sakit.

pexels-mic

Dokumentasi

Kita bukanlah selebriti yang kemana-mana bawa fotografer pribadi. Jadi kalau nggak punya foto yang bagusan saat nonton konser ya nggak apa-apa, jangan kecewa. Kadang juga kita nggak dapat tempat yang strategis sehingga sulit untuk ambil gambar. Tapi boleh dong dokumentasi moment sama anak. Berfoto dengan latar belakang panggung, misalnya.

Sayangnya, saya malah nggak punya foto begini huhuhu. Nggak tahu karena keasyikan nonton atau kenapa, pokoknya lupa aja. LOL.

Tidak Memaksakan Diri

Sesuka-sukanya kita sama sesuatu, jangan lantas memaksakan diri agar semua berjalan sempurna. Misalnya band sedang on fire, tapi anak ngantuk dan minta pulang. Ya udah, utamakan kepentingan anak dong.

Atau misalkan setelah dicoba pertama kali ternyata anak nggak betah, cobalah untuk yang kedua kalinya. Nah kalau yang kedua masih begitu juga, ya sudah terima saja ya bahwa anak nggak suka dan jangan dipaksakan. Mungkin ia lebih suka berada di tempat yang nggak terlalu bising.

Dan lihat dulu ini konsernya jenis yang gimana. Kalau konser besar-besaran kayak di lapangan bola atau stadion gitu, yang penontonnya buanyak bener sekalian ada fansnya slank dan OI, padahal slank dan iwan fals-nya nggak ikut di konser itu, mendingan dihindari.

***

Oke, kayak gitu kiat sukses dari saya kalau mau nonton konser bawa balita. Paling enak nonton konsernya yang di kafe atau taman-taman mall. Pokoknya yang kids friendly lah. Good luck ya…

nonton konser bawa balita

Dapet salam nih dari Mas Duta Modjo

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

3 thoughts on “Nonton Konser Bawa Balita? Bisa Kok!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *