Memfasilitasi Anak Dengan Permainan Seru dan DIY

Masa kanak-kanak adalah masa-masa bermain. Mereka harus bereksplorasi demi memenuhi rasa keingintahuannya. Banyak orang tua yang membiarkan anak-anak untuk melakukan kegiatan apapun yang berkaitan dengan eksplorasi, meskipun itu adalah kegiatan yang agak sedikit berbahaya. Seperti melompat, berlari-berkejaran, memanjat dan lain-lain.

Ada juga orang tua yang over protective terhadap anak, sehingga sangat membatasi kegiatan mereka. Mungkin karena takut anak terjatuh dan terluka.

hammam
Senang Memanjat Apapun

Saya berada diantara tipe yang pertama dan kedua. Sebetulnya saya oke saja dengan berbagai kegiatan Hammam sehari-hari. Dia senang berlari, memanjat dan terutama melompat. Bersepeda adalah aktivitas favoritnya dan sudah bisa ngebut ala pembalap yang sudah bisa memperhitungkan kapan harus berbelok dari jarak tertentu, kemudian mengerem dengan kakinya. Sering kali nyaris menabarak tembok. Dan disisi lain saya juga ngeri melihat dia seperti itu. Karena kalau sampai terjatuh, terluka, kan siapa yang sedih? Ya ibunya, lah.

Tapi berhubung sudah terbukti bahwa terlalu banyak melarang-larang dapat berdampak negatif pada psikologis anak, seperti berakibat anak menjadi tertekan dan tidak percaya diri, sebisa mungkin saya tidak melarangnya melakukan kegiatan apapun selama itu masih dalam batas wajar dan dalam pengawasan orang tua. Hammam beberapa kali saya biarkan mandi hujan, asalkan tidak dalam keadaan perutnya kosong.

hammam
Kedua kalinya dibolehin mandi hujan.

Ketika dia yang sudah nyerempet-nyerempet bahaya, saya sebisa mungkin mengalihkan perhatiannya. Membujuknya untuk mau melakukan kegiatan lain, meskipun kalau sudah sama sepeda dia seperti tak ingin terpisahkan. Susah minta ampun.

Akhir-akhir ini Hammam suka banget main sepeda di atas penutup gorong-gorong yang baru dibuat di dekat rumah kami beberapa bulan yang lalu. Sepertinya dia menyukai sensasi bersepeda di tempat yang sempit tapi dapat menimbulkan bebunyian ketika melewati penutup gorong yang longgar.

hammam
Aksi sepeda gorong

What a happy kid. Tapi ibunya kurang happy, huhuhu. Apalagi ketika hari terik, sedang puasa pula. Aduh, lelah banget ngejar-ngejar dia. Dan yang dikejar malah asik kebut-kebutan. Padahal kakinya pernah masuk ke lubang yang ada di pinggir gorong-gorong itu, sampai lebam.

Kalau sudah begini biasanya saya mengeluarkan jurus ampuh, “Ikut mami, yuk!!”. Sebagai soulmate, Hammam sulit berpisah dengan ibunya. Kemana-mana mesti ikut. Jadi kalau sudah keluar jurus pamungkas itu, dia langsung tuing tuing ‘ikut mami….’. Oke, berhasil. Hahahaha….

Pengertian ‘ikut mami’ bagi Hammam adalah jalan-jalan, berkeliling naik motor. Kalau kondisi memungkinkan saya akan ajak dia keliling satu putaran. Tapi jika tidak, misalnya hari sedang sangat terik atau bahkan terlalu mendung apalagi hujan, saya hanya akan mengajaknya bermain-main di rumah. Permainannya harus yang dia suka, supaya lupa tuh sama aksi sepeda gorong.

I’d like to share beberapa kegiatan bermain di rumah yang aman bagi anak. Ini adalah kegiatan yang Hammam sukai, dan bisa juga jadi favorit banyak anak. Bukan bermain gadget tapi, ya. Permainan ini biasanya mampu mengalihkan perhatian Hammam. Mommies bisa juga mencobanya di rumah dan ikutlah bermain bersama mereka.

♥ Tips Bermain Seru dan Aman Di Rumah Bersama Anak ♥

Menjadi orang tua itu harus bisa menjadi seperti anak-anak juga, loh. Agar anak senantiasa merasa dekat dengan ibu dan bapaknya. Karena apresiasi kita terhadap apa yang mereka lakukan dapat mengalahkan apapun. Rasa percaya diri anak akan lebih meningkat, dan ini amat penting bagi masa depannya kelak.

Bermain musik

Anak-anak biasanya suka dengan bunyi-bunyian. Tak jarang mereka akan menggoyangkan badannya, mengikuti irama musik. Kalau sudah begini anak akan minta diperhatikan orang tua. Berilah tepuk tangan tanda rasa senang kita demi melihatnya gembira.

hammam
Main keyboard pinjaman, mengenakan baju kondangan 😀

Hammam suka main keyboard dan ukulele. Tapi berhubung ini keyboard pinjaman dari sepupunya, saya takut rusak karena Hammam juga suka memukul. Duh.

Jadinya saya alihkan lagi perhatiannya dengan main drum. Bukan drum betulan, tapi hanya panci tak terpakai yang ia pukul pakai sumpit. Yaaah, daripada mukul-mukul yang lain lebih baik ini saja. Ia juga sering memainkan benda ini ketika menemani saya masak di dapur.

♥ Ajarkan anak untuk membereskan mainannya setelah selesai digunakan. Perilaku positif ini dampaknya sangat baik bagi anak-anak, untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab.♥

Selesai bermain dengan drum-nya, Hammam sudah bisa dan mau membereskan, walau saat pertama kali diajari agak-agak cuek. Jika diberi contoh secara konsisten anak tentu akan meniru perilaku baik orang tuanya.

Berenang

Bagi anak yang menyukai air, tentu kegiatan ini bagaikan anugerah baginya. Karena bisa main air sepuas hati, berendam berlama-lama. Sediakanlah kolam kecil sebagai rekreasi rumahan, kapanpun dibutuhkan tinggal pompa dan diisi air. Kemudian nyeburlah anak-anak kita. Wajahnya pasti sumringah tak terkira.

Tapi jangan lupa ya, kegiatan ini harus selalu dalam pengawasan orang tua atau orang dewasa.

hammam
Hammam and gank berenang sore

Anak akan lebih suka kalau orang tua terlibat dalam permainan yang dilakoninya. Saya juga pernah ikutan nyebur di kolam itu. Anak-anak senangnya minta ampun, senyumnya merekah-rekah. Eh, yang ini fotonya out of record ya. Hihihi.

♥ Jika anak tidak suka berenang atau aktifitas tertentu, tidak mengapa. Pelan-pelan kenalkan mereka pada kegiatan menyenangkan ini. Tetapi tidak perlu dipaksakan karena malah akan menimbulkan trauma bagi anak.♥

Main Bola

Karena cuma punya anak cowok dan keponakan yang kecil-kecil juga cowok semua, maka kegiatan favorit berikutnya adalah bermain bola atau bulutangkis. Permaian ini biasa dimainkan di halaman depan rumah. Untungnya halaman depan kami cukup luas, jadi anak-anak leluasa main disini. Nggak perlu ke lapangan yang dekat gorong-gorong itu.

♥Permainan olahraga seperti lempar tangkap bola sangat baik untuk melatih koordinasi tangan dengan mata.♥

Kebetulan koordinasi tangan kanan-kiri dan mata Hammam masih tergolong kurang baik. Jadi dia memang disarankan untuk bermain lempar tangkap bola sebagai latihan. Meskipun sering kali dia hanya menendang dan melempar bola sembarangan.

Kegiatan ini baik untuk anak-anak yang sangat aktif seperti Hammam. Sambil diarahkan untuk menendang bola sampai masuk ke gawang. Agar aktifnya itu lebih terarah, dengan memberikan instruksi bahwa setiap tindakan itu harus ada tujuannya.

Dalam permainan ini orang tua juga sangat bisa untuk turut serta. Trust me, tak ada yang lebih menyenangkan bagi anak selain bisa main bola sama bapaknya. Atau ya, kalau bapaknya sibuk boleh lah sama ibunya.

Main rumah-rumahan

Saya pernah membuatkan tenda untuk untuk Hammam dan sudah beberapa kali kami mainkan bersama-sama. Jangan kira permainan ini hanya cocok untuk anak perempuan ya, Moms. Laki-laki kan juga nantinya akan membangun rumah tangga. Tidak mengapa kita ajarkan dia bagaimana merawat rumah melalui permainan ini.

hammam
Kemping di dalam rumah

♥Tutorial membuat tenda bisa lihat disini. ♥

Hammam belum mengerti apa itu merawat rumah, tapi dia sudah mau untuk menata bagian dalam tenda dengan menjejerkan bantal-bantal, kemudian tidur-tiduran disana.

Menyiram tanaman

♥ Kegiatan ini juga disarankan bagi anak untuk menumbuhkan rasa cintanya kepada tanaman. Apalagi kalau anak-anak menyukai gambar dan dongeng tentang tumbuhan. ♥

Hammam baru saja dibelikan watering can. Waktu itu belinya malam-malam, begitu sampai rumah dia masih bingung memperhatikan benda itu. Nggak ngerti fungsinya buat apa. Besok paginya baru dia tahu kalau watering can itu fungsinya untuk menyiram tanaman. Dan dia sangat sangat suka.

hammam
Hammam with his new watering can

Saking sukanya, dia kepingin juga disiram pakai alat itu ketika mandi. Hahaha.

See, main di rumah tidak selamannya membosankan. Iya bosan kalau permaiannya itu-itu melulu. Apalagi sekarang jamannya anak-anak kecil saja sudah ngerti sama gadget. Jadi untuk menghindari anak terlalu lama menonton tv dan video di youtube, atau main game melalui gadget, ada baiknya kita fasilitasi mereka dengan berbagai permainan menyenangkan di rumah.

Mommies bisa juga membuatkan mainan untuk anak dengan memanfaatkan benda-benda di sekitar rumah. Bisa barang bekas yang sudah tidak terpakai, atau boleh juga sengaja membeli peralatan baru. Jangan khawatir, jika Mommies bukan termasuk orang yang kreatif, tentu bisa melihat tutorialnya di dunia maya seperti youtube dan pinterest.

Ketimbang youtube, saya lebih suka cari referensi di pinterest. Saya ini bukan orang yang jago gambar atau membuat mainan yang dirakit-rakit. Main lego aja saya pusing, loh. Tapi dengan bantuan tutorial dari social media, sangat memudahkan kita jika ingin membuatkan mainan untuk anak. Biasanya saya membuat pillow toy seperti bola dan bantal huruf. Karena membuatnya mudah dan aman dimainkan.

hammam
Bantal huruf untuk Maeru, teman Hammam

Jika mommies berniat membuat mainan untuk si kecil, bisa memperhatikan beberapa hal : jenis mainan, bahan yang diperlukan, cara membuat dan manfaatnya.

Tips DIY Mainan Anak

Jenis Mainan

Banyak sekali jenis mainan yang tersedia. Silahkan pilih yang sesuai dengan minat anak. Misalnya anak suka main bola, bisa dibuatkan bola dari kain perca yang dibentuk bulat dan diisi dengan busa atau dakron.

Atau anak-anak suka bermain gadget? Mengapa tidak kita buatkan saja gadget mainan yang lucu dari triplek atau kardus bekas. Anak akan suka, merasa mainannya lucu dan limited edition.

Jika anak suka dengan mainan mobil atau pesawat, bisa juga kita buatkan mereka mobil atau pesawat bohongan dari kardus bekas.

Bahan Yang Diperlukan

Karena ragam mainan yang tidak mungkin untuk dibuat semua, maka kita harus memilih. Supaya simple, kita bisa tentukan dari bahan apa kita ingin membuat mainan tersebut. Yang tersedia saja di sekitar kita. Apakah itu kardus, botol bekas, kain perca atau baju-baju yang sudah tak terpakai.

Pemilihan ini akan memudahkan kita dalam pencarian di internet, misalnya dengan mengetikkan keyword “cardboard plane”.

echa
Echa, temanHammam yang papahnya rajin bikin-bikin mainan di rumah

Cara Membuat

Perhatikan cara membuat mainan yang kita pilih. Apakah kita mampu untuk mengerjakan projectnya. Sebagai pemula, pilihlah cara yang mudah. Dengan tahapannya seperti menjiplak, menggunting, mengelem, menjahit.

Jangan memaksakan jika kita tidak mampu melakukannya, yang ada project akan gagal dan bahan-bahan yang disiapkan bisa jadi terbuang sia-sia.

Manfaat

Orang tua juga perlu memperhatikan mainan anak dari segi manfaat. Apakah mainan yang kita buat sudah tepat?

Misalnya ingin membuat pillow book atau buku bantal, sedangkan usia anak sudah 3 tahun ke atas. Meskipun bentuknya nanti akan lucu, pillow book sudah tidak akan terpakai lagi. Anak diatas 3 tahun akan lebih baik diberikan buku betulan, yang cerita dan gambarnya lebih variatif.

Jika kita memang baru bisanya membuat bantal-bantalan, cobalah membuat sarung bantal bergambar kesukaan anak. Misalnya gambar bola. Kita bisa membuat gambarnya dari kain perca atau kain flanel. Atau bantal huruf dengan inisial nama anak, pasti mereka senang. Sekalian belajar alphabet.

Apabila sudah ditentukan, mari kita membuat mainan anak dengan bahan-bahan yang tersedia.

Tutorial DIY

Peralatan dan bahan umum yang diperlukan dalam membuat DIY Toy adalah :

Pensil, penggaris, cutter, gunting, lem, solatip, cat air beserta pallet dan kuas.

Bahan lainnya sesuai kebutuhan seperti kain perca, dakron, kardus dan sebagainya.

hammam diy
Peralatan yang dibutuhkan untuk DIY

Popsicle Puzzle Toy

♥ Puzzle dapat melatih konsentrasi dan koordinasi antara tangan dengan mata. ♥

Untuk membuat puzzle dari popsicle atau stick ice cream yang dibutuhkan selain perlengkapan utama di atas adalah : popsicle dan print out gambar-gambar yang menarik. Bisa menggunakan gambar di bawah ini atau silahkan searching gambar lainnya.

apple1 1 - Memfasilitasi Anak Dengan Permainan Seru dan DIYkaktus 1 - Memfasilitasi Anak Dengan Permainan Seru dan DIYimages 28 1 - Memfasilitasi Anak Dengan Permainan Seru dan DIY

Caranya

  • Print gambar dengan ukuran lebar 10 cm, tinggi menyesuaikan.
  • Potong kertas gambar sesuai ukurannya
  • Bagian belakang gambar diberi lem
  • Tempelkan popsicle dari atas ke bawah sampai menutupi seluruh bagian gambar, tunggu sampai kering
  • Potong puzzle menggunakan cutter baik dari sisi depan maupun sisi belakang gambar.

diy-toys

Jika ingin puzzle kecil-kecil potonglah per 1 stick. Jika ingin yang lebih besar bisa dibagi per 2 stick.

hammam
Lucu-lucu

Laptop Toy

♥ Mainan jenis peralatan kerja seperti ini dapat mengembangkan daya imajinasi anak.♥

Bahan yang diperlukan : Kardus bekas donut, printout gambar keyboard, print out gambar desktop, doble tape, masking tape, solatip hitam (yang biasa untuk sambung kabel).

hammam
Peralatan untuk Laptop Toy

Kebetulan saya punya keyboard rusak, jadi saya pakai. Jika tidak ada, print out gambar keyboard saja sudah cukup. Ukuran disesuaikan dengan lebar kardus.

keyboard
Print keyboard

Caranya

  • Staples bagian tengah box (seperti gambar), lalu tutup kawat staples dengan masking tape agar tidak menusuk kulit anak.
  • Tempelkan gambar keyboard pada bagian mendatar dan gambar desktop pada bagian yang berdiri sebagai wallpaper.
  • Gunakan doble tape atau lem stik (bukan lem cair) untuk menempel gambar pada kardus, agar hasil print tidak basah.
  • Beri sentuhan solatip hitam pada setiap bagian pinggirnya. Atau jika punya solatip warna-warna juga boleh.
  • Buat segitiga penyangga dan tempel pada bagian belakang layar laptop, agar layarnya bisa berdiri.

diy-toy

Lihat nih, habis sahur Hammam langsung menemukan laptop barunya di ruang kerja saya. Dia kegirangan dan mau kasih lihat ke semua orang rumah. Tapi agak protes kenapa wallpapernya bukan gambar bola. Hahahahaa…

hammam
Laptop baru, alhmdulillah…

Laptopnya kembaran sama punya mami.

IMG20170615232501 01 1024x768 - Memfasilitasi Anak Dengan Permainan Seru dan DIY

Siang-siang tetap asik sama laptop baru, dibawa kemana-mana. Di bawa juga main ke rumah sebelah.

hammam
Gak mau lepas dari laptop baru, ceritanya lagi blogging

It’s very easy to make kid’s happy. Mommies harus selalu mengasah kreatifitasnya biar anak makin bahagia dan betah di rumah.

Mudah-mudahan Hammam jadi tidak bosan meskipun hanya bermain di rumah. Daripada siang-siang terik main sepeda di gorong-gorong, ya kan? Lagipula sekarang cuaca sedang tak menentu. Kadang kalau habis panas-panasan gitu Hammam suka anget badannya dan lama-lama berujung dengan demam.

Ketika Hammam demam saya memberinya Tempra Syrup rasa anggur.

tempra

Tempra Syrup adalah obat penurun panas dan pereda nyeri yang diperuntukkan bagi anak usia 1-6 tahun dengan dosis 5 ml (anak 2-3 tahun) dan 7,5 ml (anak 4-5 tahun).  Anak yang berusia di bawah 2 tahun dosisnya harus sesuai petunjuk dokter. Sedangkan anak usia 6-8 tahun bisa dengan Tempra Forte.

Komposisi: Setiap 5 ml Tempra Syrup mengandung 160 mg paracetamol.

Tempra Syrup mengandung paracetamol yang bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit

Indikasi: Untuk meredakan demam, rasa sakit dan nyeri ringan, sakit kepala dan sakit gigi, demam setelah imunisasi atau atas petunjuk dokter

Terdapat gelas takar di dalam kemasannya, sehingga tidak ragu-ragu lagi dalam pemberian dosis kepada anak. Biasanya dengan pemberian teratur panasnya akan segera turun. Tetapi jika dalam 2 hari tidak kunjung menurun suhu tubuhnya, saya akan segera membawanya ke dokter untuk ditangani tim medis.

Semoga Hammam sehat-sehat dan ceria selalu.

Disclaimer : Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

35 Replies to “Memfasilitasi Anak Dengan Permainan Seru dan DIY”

  1. Kangen2 an ala echa n papahnya ya bikin DIY dirumah. Biasanya manfaatin kardus bekas. Hasilnya pun Udh jd kuLkas 1 pintu buat main masak2 an dan pesawat terbang. Nyenengin anak ga harus dng mainan yg mahal.

    1. Papa echa kreatif banget. Mungkin untuk membalas waktu yang lama gak ketemu ya, jadinya pas di rumah maunya nyenengin anaaak aja. Makasih ya udah nyumbang ide dan fotonya echa :-*

    1. Iya yang tenda itu buat sendiri. Gampang kok. Tapi kalau belum bisa jahit, bisa beli bahan aja terus bawa ke penjahit sekalian kasih pola yang ada di postinganku itu. kalau mau hemat pakai bahan sprei aja, harganya 32rb/meter, lebarnya bisa sampe 2,5 meter kalau bahan sprei.

  2. Aku mah ga masalah anak2 main hujan-hujanan dll becek2an juga. Kl over protective mlh gawat anak ga aktif dan takut sama orang jd sulit bersosialisai. Btw anakku sukamain sepeda dan bisa juga decoupage ?

  3. Masyaa Allah, Hammam lucu banget.
    Aku jadi keingetan waktu kecil sering main di kebon dan sungai. Sama suka main tenda-tendaan juga tapi dari sprei yang digelar, tiangnya dari kursi, hehehe. Alhamdulillah Mama diam saja, paling mulai bersuara kalau kami enggak beresin, hehehe.

Leave a Reply