Beralih ke Lampu LED Eye Comfort untuk Kebaikan Mata Keluarga

Hidup sejahtera merupakan impian setiap orang. Salah satu faktor pendukung kebahagiaan sebuah keluarga adalah kesejahteraan diri. Berupa berat badan yang ideal, tubuh yang bugar, kulit yang sehat dan terhindar dari stress. Ya iya dong, siapa yang nggak bahagia kalau punya berat badan ideal. Ya kaaan?

Tapi sadar nggak sih, ternyata memiliki penglihatan yang baik juga merupakan salah satu kesejahteraan diri. Sayangnya banyak dari kita yang kurang menyadari betapa pentingnya penglihatan, meskipun kita sangat mengandalkan indera yang satu ini dalam setiap aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Philips Lighting terhadap 8.000 orang pada bulan Juli 2017, kepedulian terhadap mata menempati urutan ke empat. Kebanyakan orang lebih peduli pada berat badan ideal ketimbang penglihatan yang baik.

Dikarenakan kurangnya kesadaran orang dewasa akan penglihatan, diperkirakan oleh WHO pada tahun 2050 yang akan datang satu dari dua orang akan mengalami rabun jauh. Wah berarti setengah penduduk bumi dong?

Salah satu pencegahannya adalah dengan memperbaiki pencahayaan di dalam ruangan. Apalagi saat ini hampir semua orang telah disibukkan dengan laptop, televisi dan perangkat elektronik lainnya yang mengharuskan kita memandang layar dalam waktu yang cukup lama. Butuh banget nih lampu yang berkualitas agar mata nggak cepat lelah.

Dan Philips Lighting amat peduli akan hal ini. Maka lahirlah sebuah inovasi berupa lampu LED Eye Comfort. Yang diciptakan berdasarkan kebutuhan konsumen, untuk pencahayaan yang baik di dalam ruangan.

Peluncuran Philips LED Eye Comfort oleh Philips Lighting berlangsung pada hari Kamis, tanggal 26 Oktober 2017 di Rumah Maroko, Jakarta. Talk show yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam ini mengusung tema “Dampak Pencahayaan LED Berkualitas Eye Comfort bagi Kesehatan dan Kenyamanan Mata”. Philips menghadirkan tiga orang narasumber yang sangat ahli dibidangnya masing-masing.

Philips LED Eye Comfort

Narasumber, Moderator dan Jajaran Direksi Philips Lighting

Mereka adalah Roweena Lee dari Philips Lighting, dr. Gitalisa Andayani, Sp.M(K) selaku Humas Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) dan Teuku Rinaldi seorang Lighting Designer & Consultant.

Di rumah saya juga pakai Philips LED. Asli ya, Philips LED itu memang awet banget. Dalam 4 tahun saya belum pernah ganti lampu, loh. Padahal kalau pakai lampu biasa, jangankan 4 tahun. Dalam setahun aja bisa 2-3 kali ganti. Bener, nggak?

Makanya waktu mendapat undangan blogger untuk hadir di peluncuran Philips LED Eye Comfort saya langsung ‘iya’, karena saya tertarik dengan teknologi baru ini. Seperti biasa, saya ingin berbagi manfaatnya kepada orang lain. So here’s my report, keep on reading ya.

Philips LED Eye Comfort

Peluncuran Philips LED Eye Comfort di Rumah Maroko, Jakarta

***

Pentingnya Kenyamanan Mata

Jadi, survey oleh Philips Lighting pada 8.000 orang yang sudah saya sebut di awal tadi, dilakukan secara online di 11 negara yaitu Polandia, Republik Ceko, Swedia, Cina, Jerman, Spanyol, Perancis, Indonesia, Thailand, Amerika Serikat dan Turki. Kemudian ditemukan fakta-fakta tentang gaya hidup masyarakat yang berkaitan dengan pentingnya kenyamanan mata, termasuk kekhawatiran orang tua terhadap penglihatan anak-anak.

Bahwa 74% dari total responden menyetujui pengaruh dari kualitas pencahayaan terhadap penglihatan. Sedangkan yang memilih bohlam yang lebih nyaman di mata hanya 1/3 nya. Wah sedikit sekali ya, betul-betul kurang nih perhatian masyarakat akan kenyamanan mata.

Philips LED Eye Comfort

“Kita perlu meningkatkan kepedulian masyarakat Indonesia akan pentingnya melakukan pemeriksaan mata secara berkala untuk mencegah gangguan mata. Pemeriksaan mata bahkan menjadi semakin penting bila kita memiliki faktor risiko usia, diabetes dan riwayat penyakit mata dalam keluarga contohnya glaukoma. Pencahayaan yang berkualitas sangat vital bagi anak-anak saat mereka membaca dan belajar, juga bagi orang dewasa dalam melakukan pekerjaan yang membutuhkan penglihatan yang baik,” ujar dr. Gitalisa Andayani, Sp.M(K).

Di Indonesia kita menghabiskan waktu 7,25 jam sehari di depan layar (lebih lama satu jam dari hasil rata-rata global). Dan sekitar 89% responden menyatakan keluhannya akan mata lelah setelah menghabiskan waktu di depan layar.

Jika ini terjadi pada anak-anak maka akibatnya akan sangat buruk, karena mata anak-anak masih berkembang. Secara global anak-anak menghabiskan waktu selama 3,01 jam di luar ruangan. Di Indonesia sendiri sepertinya anak-anak terpapar sinar gadget lebih lama lagi. Ada baiknya kita mengajak anak-anak untuk menghabiskan waktu dengan bermain di luar ruangan atau aktivitas lainnya diluar penggunaan gadget, demi membantu perkembangan mata mereka.

Tips

Berikut ini adalah tips untuk mata nyaman yang dapat kita terapkan sehari-hari.

  1. Kurangi waktu di depan layar (komputer, ponsel, televisi) atau setidaknya menutup mata selama 2 detik, setiap 20 menit sekali. Bisa juga gunakan tetes pelumas mata.
  2. Apabila keluar rumah dalam cuaca terik, gunakan kacamata hitam yang memiliki perlindungan UV 100%.
  3. Hindari merokok, karena sifatnya beracun bagi mata.
  4. Banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan segar, lemak baik serta biji-bijian.
  5. Olahraga teratur
  6. Memeriksakan mata secara rutin ke spesialis mata
  7. Tidur selama 7-9 jam setiap malam.
  8. Menjaga kebersihan mata
  9. Gunakan lampu LED yang berkualitas baik dan menyerupai cahaya alami
  10. Berlatih yoga mata

Keunggulan Philips LED Eye Comfort

“Kualitas pencahayaan tidak hanya terkait dengan masa pakai yang lama tapi juga sangat penting untuk memastikan mata kita tidak lelah dan terasa nyaman.” jelas Rowena Lee, Senior Vice President, Business Group LED Philip Lighting.

Tidak semua lampu LED memiliki teknologi yang sama. Jika diambil rata-rata tegangan listrik di Indonesia adalah sebesar 220 volt. Namun terkadang listrik yang tidak stabil menjadikan tegangannya menurun, sehingga lampu bisa berkedip. Yang mana sangat tidak nyaman di mata.

Setelah dilakukan percobaan, Philips LED Eye Comfort ini tidak berkedip jika berada pada tegangan listrik dibawah 220 volt. Pada ruangan khusus saya dan teman-teman blogger berkesempatan melihat sendiri simulasinya. Dan sangat kelihatan bedanya, lampu Philips LED tidak berkedip sedangkan lampu yang satunya lagi berkedip.

Philips LED Eye Comfort

Perbandingan cahaya LED yang stabil dan yang berkedip (flicker)

Philips LED juga tidak silau dimata. Distribusi cahayanya merata dan menyerupai cahaya alami sehingga tidak merubah warna benda-benda di sekitar kita. Sebagai contoh, Philips Lighting kembali mensimulasikannya pada dua buah ruang yang memiliki interior sama tetapi menggunakan pencahayaan yang berbeda.

Pada ruang pertama yang menggunakan Philips LED Eye Comfort, distribusi cahaya yang merata menjadikan ruangan terlihat lebih nyaman dipandang mata. Dibandingnya dengan ruangan kedua yang warna asli interiornya menjadi berubah kekuningan.

Philips LED Eye Comfort

Philips LED lebih baik distribusi cahayanya

Selain itu, hemat energi dan yang pasti awet seperti pengalaman saya menggunakan Philip LED sejak 4 tahun lalu. Umurnya mencapai 15.000 jam dan bergaransi 3 tahun sejak tanggal pembelian.

Pencahayaan yang Baik

Kemudian ada juga tips dari Teuku Rinaldi yang telah berkecimpung di dunia arsitektur selama 13 tahun lamanya, tentang pencahayaan yang baik di dalam ruangan.

Did you know? 67% orang di seluruh dunia setuju bahwa cahaya yang tepat dapat mempengaruhi mood mereka. Maka pemilihan lampu yang sesuai menjadi sangat penting baik di dalam rumah maupun di kantor.

Untuk di rumah, kita bisa mulai dari bagian luar. Berikan cahaya secukupnya yang dapat memperjelas dimana letak suatu benda, misalnya saja pintu dan jendela, tangga menuju pintu masuk, pohon di taman dan sebagainya.

Di dalam ruangan kita bisa memilih lampu sesuai selera pada ruangan tertentu. Di ruang tamu bisa dengan lampu yang lebih kuning untuk kesan hangat, di ruang keluarga atau ruang kerja bisa pakai lampu yang cahayanya putih. Karena penghuni rumah akan berhubungan dengan layar yang menyala.

Apabila sedang menonton televisi atau duduk di depan laptop, pastikan ruangan mendapat pencahayaan yang cukup dan tidak gelap. Karena ruangan yang gelap akan membuat mata semakin tidak nyaman ketika melihat ke layar, meskipun layarnya sendiri sudah mengandung cahaya.

Letak lampu bisa di tengah atau di empat sudut ruangan agar distribusi cahaya menjadi lebih baik.

Well, I’m so happy to share this info to you, karena saya sudah merasakan sendiri manfaat dari menggunakan lampu LED. Tadinya sih karena mau berhemat, tapi ternyata lampu LED Eye Comfort memiliki banyak kelebihan lagi.

Perlu dimengerti bahwa penggunaan lampu LED Eye Comfort bukan untuk menyehatkan mata, ya. Melainkan untuk membantu agar mata tetap mendapatkan kenyamanan sehingga gangguan mata dapat dicegah.

Thanks for stopping by. I’ll see you soon.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

2 thoughts on “Beralih ke Lampu LED Eye Comfort untuk Kebaikan Mata Keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *