kanker serviks

Felancy Mengajak Wanita Lebih Memahami Kanker Serviks

Pada acara Blogger Gathering yang diselenggarakan oleh Felancy tanggal 31 Juli 2018 yang lalu, topik yang diangkat sangat penting untuk diketahui semua orang khususnya para wanita. Yaitu tentang “Kanker Serviks” yang sempat mendapat predikat pembunuh nomor 1 di dunia. Meski saat ini peringkatnya menurun bukan berarti para wanita boleh lengah. Justru ini adalah kesempatan bagi kita untuk lebih waspada dan siap melakukan pencegahan agar penyakit ini tidak semakin banyak menyerang kaum hawa.

Menurut WHO setiap tahunnya ada 528.000 kasus baru kanker serviks yang menyebabkan 266.000 kematian, di mana sepertiganya merupakan wanita Asia Tenggara. Artinya wanita Indonesia termasuk di dalamnya. Setiap 1 jam ada 1 wanita Indonesia yang meninggal akibat kanker serviks.

Apa itu kanker serviks? Apa penyebab dan bagaimana terjadinya? Apa yang harus dilakukan untuk mencegah dan mengobatinya? Saya akan membahas satu per satu, sesuai dengan yang disampaikan oleh narasumber dr. Ferry Darmawan, SpOG dari RSIA Budhi Jaya dan Ibu Untung Endang Suryani sebagai servical cancer survivor, pada gathering yang dilaksanakan di Resto Harlequin Bistro, Jakarta, tersebut.

kanker serviks

Narasumber : Ibu Endang dan dr. Ferry

Definisi Kanker Serviks

Serviks adalah bagian dari sistem reproduksi wanita yang menghubungkan uterus (rahim) ke vagina. Serviks juga disebut sebagai mulut rahim, letaknya berada di bagian bawah rahim dan terdiri dari otot yang kuat. Serviks yang normal dan sehat akan terlihat berwarna merah muda atau pink, apabila dilakukan pemeriksaan dengan alat bernama spekulum.

kanker serviks

Photo : onemed.com

Kanker serviks adalah jenis kanker ganas yang menyerang bagian serviks dengan penyebab utamanya Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini merupakan penyebab tumbuhnya kutil di seluruh bagian tubuh dan ia berada pada kulit manusia. HPV terbagi manjadi 2 tipe, yaitu tipe risiko rendah penyebab kutil kelamin (kondiloma) dan satu lagi tipe risiko tinggi (tipe onkogenik) penyebab kanker serviks.

Gejala Kanker Serviks

Pada umumnya kanker serviks ditandai dengan keputihan dalam jumlah yang tidak wajar. Bisa disertai dengan bau busuk dan juga berdarah. Terutama ketika habis melakukan hubungan seksual kemudian keluar darah dari Miss V, seorang wanita patut curiga.

Bila sel kanker mendesak area organ saluran kemih maka dampaknya adalah penderita akan kesulitan buang air kecil. Sedangkan kanker yang mendesak saluran cerna, tepatnya usus yang berdekatan dengan rahim yaitu rectum, bisa berdampak sulit buang air besar. Tak hanya itu, paru-paru dan saluran pernapasan juga dapat terganggu.

Bagaimana Terjadinya Infeksi Human Papilloma Virus?

Jika pada serviks terdapat lesi, yaitu bagian abnormal atau bisa dibilang lecet, yang kemudian dihinggapi oleh virus HPV bisa mengakibatkan infeksi pra kanker. Dalam keadaan pra kanker pasien bisa diobati dengan tingkat kesembuhan dalam fase ini mencapai 99%. Apabila terlambat memeriksakan dan sudah terlanjur infeksi, kemudian sel kanker memenuhi seluruh permukaan lesi dan meluber sampai bagian serviks maka yang harus dilakukan adalah tindakan radiasi dan kemoterapi.

Faktor Risiko Kanker Serviks

Adapun hal-hal yang menjadi faktor risiko kanker serviks adalah : berhubungan sex usia muda, memiliki banyak anak, gaya hidup free sex dan merokok. Wanita yang mengalami 4 hal ini akan lebih rentan mengalami kanker serviks.

Faktor risiko ini memang bukan penyebab utama kanker. Yang menjadi penyebab utama tetap virus HPV yang masuk ke area serviks. Jadi jangan terkecoh jika ada pernyataan “Si A menikah muda, memiliki banyak anak, tapi sampai tua sehat-sehat saja hidupnya.”

Ya bisa saja sih seperti itu. Selama tidak ada lesi pada area serviks, selama tidak ada virus HPV yang hinggap pula, semua akan aman. Tapi siapa yang bisa menjamin organ serviks wanita yang telah berhubungan seksual sejak usia dini, atau yang sudah sering melahirkan, apalagi yang bergaya hidup berganti-ganti pasangan, akan baik-baik saja?

Strategi Menghadapi Kanker Serviks

Yang bisa kita lakukan saat ini adalah tindakan pencegahan, deteksi dini dan pengobatan segera agar sel kanker tidak terlanjur menyakiti para wanita.

Pencegahan

Setia pada pasangan merupakan bentuk pencegahan yang paling utama. Usahakan tidak menikah diusia terlalu muda karena organ reproduksi yang belum matang dan berbahaya bagi serviks.

Deteksi Dini

Wanita usia 21-65 tahun yang sudah pernah berhubungan seksual disarankan untuk melakukan PAP Smear setiap setahun sekali. PAP Smear adalah sebuah uji medis yang dapat memeriksa kondisi sel-sel pada serviks (leher rahim) dan vagina. Melalui pemeriksaan rutin, perubahan sel-sel yang mungkin bisa berkembang menjadi kanker atau sudah menjadi kanker, bisa terdeteksi. PAP Smear dilakukan dengan mengambil sampel serviks dan membutuhkan pemeriksaan sel melalui labiratorium yang hasilnya bisa keluar dalam waktu  relatif singkat, sekitar 5 menit.

Di usia 30-65 tahun PAP Smear bisa dibarengi dengan tes virus HPV setiap 5 tahun sekali. Atau jika tes HPV tidak memungkinkan bisa PAP Smear saja setiap 3 tahun sekali.

Pemeriksaan lainnya adalah dengan IVA test, yaitu Inspeksi Visual Asam Setat. Cara ini dilakukan dengan cara mengoleskan cairan asam asetat atau asam cuka (kadar 3-5 persen) pada leher rahim. Jika terdapat sel kanker maka jaringan serviks akan berubah warna menjadi putih atau bahkan berdara, namun jika tidak ada sel kanker maka tidak akan ada perubahan apapun. IVA test cukup efektif sebagai upaya deteksi dini dan juga biayanya lebih murah dibandingkan PAP Smear.

Satu lagi ada yang disebut tes DNA HPV. Biaya untuk tes ini relatif lebih mahal, tapi karena hanya perlu dilakukan setiap 5 tahun sekali maka jatuhnya menjadi lebih murah dan efisien.

 Syarat PAP Smear

Agar bisa dilakukan PAP Smear ada syarat yang harus diikuti, maksudnya agar hasil yang didapatkan bisa akurat.

  • Sudah menikah
  • 24 jam terakhir tidak melakukan hubungan seksual
  • Tidak menggunakan zat pembersih miss V
  • Tidak sedang haid
  • Tidak menggunakan tampon
  • Tidak menggunakan obat-obatan untuk miss V

Berhubung virus HPV bisa ada di mana-mana maka wanita rentan mengalami infeksi HPV, maka kebersihan diri dan daerah kewanitaan sebaiknya selalu terjaga. Dan lakukan pemeriksaan untuk deteksi dini, guna menghambat pertumbuhan kanker dan menekan angka kejadiannya.

Bagi anak-anak dan remaja sebaiknya diberikan vaksin HPV, dengan perlindungan sampai dengan 14 tahun.

Pengalaman Ibu Endang untuk Jadi Pelajaran Kita Semua

Sekarang saya akan menceritakan pengalaman kanker serviks yang dialami oleh Ibu Endang. Beliau saat ini berusia 52 tahun. Setelah hidup sendiri 15 tahun terakhir, Ibu Endang mengalami keputihan pada bulan Desember 2016. Awalnya Ibu Endang mengira inilah tanda-tandanya menjelang menopuse. Sementara itu menstruasi masih datang seperti biasanya sampai bulan Mei 2017.

Lama kelamaan yang dikiranya darah haid semakin banyak, bahkan sampai harus mengganti diapers setiap satu jam sekali. Dan akhirnya Ibu Endang mengalami kekurangan hemoglobin (sel darah merah) hingga lemas tak berdaya. Ketika memeriksakan diri ke dokter kandungan, barulah diketahui bahwa Ibu Endang mengalami kanker serviks stadium 2B.

kanker serviks

Photo : womenworking.com

Ibu Endang merasa kecil hati, sempat berpikir hidupnya takkan lama lagi. Pendarahan pun terus terjadi, bahkan sampai harus menggunakan tampon yang panjangnya hampir satu meter. Setiap kali petugas medis mengganti tampon, Ibu Endang pasti pingsan karena tidak tahan dengan rasa sakitnya. Namun keluarga dan dokter yang menangani memberikan support dan kekuatan.

Ibu Endang pun menjalani kemoterapi dan 17 kali terapi radiasi. Sebelum menjalani kemoterapi beliau disarankan oleh dokter untuk konsumsi makanan bergizi agar tetap kuat. Dan benar saja, keluhan menderita pasca kemoterapi tak dialaminya.

Saat ini Ibu Endang dinyatakan telah sembuh dan tengah bergabung dalam CISC (Cancer Information & Support Center).  Tempat di mana para cancer suvivor mencari informasi dan berbagi pengalaman.

Felancy Peduli Kesehatan Wanita Baik di Luar Maupun di Dalam

kanker serviks

Produk Felancy – DIY Qotes

Kisah Ibu Endang membuat saya terharu sekaligus bahagia. Dengan tekadnya untuk sembuh, sekarang beliau jadi bisa membagikan pengalamannya kepada wanita lain, agar tak ada lagi yang mengalami penderitaan seperti dirinya. Ibu Endang telah menginspirasi banyak wanita bahwa pencegahan dan deteksi dini kanker serviks bukanlah hal yang bisa diabaikan karena apabilan kanker sudah memasuki stadium 2 tidak bisa lagi dilakukan operasi dan penyembuhan memakan waktu lebih lama.

Felancy adalah produsen pakaian dalam wanita di bawah naungan PT. Megariamas Sentosa. Felancy sangat peduli terhadap kesehatan wanita terutama kewaspadaan pada kanker serviks. Karenanya Felancy ingin lebih banyak wanita yang semakin memahami kanker serviks dengan lebih baik lagi. Melalui acara gathering seperti ini, Ibu Agnes Dewi, selaku perwakilan dari Felancy, mengharapkan informasi tentang kanker serviks bisa meluas di kalangan masyarakat.

Seperti yang sudah saya sebutkan pada poin pencegahan kanker serviks, jagalah selalu organ kewanitaan agar selalu bersih. Pilihlah celana dalam yang berbahan lembut agar kita tetap merasa nyaman. Felancy menyediakan beragam jenis pakaian dalam yang aman dan nyaman digunakan, karena pada proses pembuatannya mengikuti standar anatomi tubuh wanita Asia.

Bermula dari memproduksi pakaian tidur wanita di Singapura pada tahun 1993, Felancy akhirnya menjadi produsen pakaian dalam wanita dengan seleksi produk yang komplit. Sejak memasuki pasar Indonesia pada tahun 1999, saat ini Felancy telah memiliki lebih dari 400 outlet di seluruh Nusantara dan terus menerus berkembang.

Lengkap dan Sesuai Bentuk Tubuh Wanita Asia

Bicara soal pakaian dalam wanita tentu kita perlu memilih yang paling sesuai dengan tubuh. Setelah talkshow tentang kanker serviks berakhir, Felancy memberikan edukasi kepada seluruh peserta tentang cara mengukur bra secara benar. Agar ukuran yang dipakai tepat dan tidak mengganggu payudara.

Produk Felancy memiliki kualitas terbaik dan lengkap, meliputi bra, panty, korset, body suit, sport dan baju tidur.

Bra

Produk bra terdiri dari T-Shirt Bra yang memiliki keunggulan cupnya yang polos, sehingga tidak terlihat saat kita memakai pakaian berbahan kaos. Cocok nih untuk dipakai sehari-hari, karena nyaman juga di kulit.  Kemudian ada push up bra untuk efek payudara yang lebih seksi. Dan cutting t-shirt 1/2 cup yang sangat baik digunakan apabila wanita ingin memakai kebaya.

Bagi wanita penggemar olahraga jangan lupa menggunakan Felancy Sport, karena dapat menyangga payudara dengan baik. Terbuat dari material yang mudah menyerap keringat dan memiliki pori-pori agar kulit terhindar dari iritasi.

Selain itu ada juga shape up bra yang memiliki busa lembut untuk mengangkat dan menambah volume payudara. Dan maternity bra yang diperuntukkan bagi ibu menyusui, namun tetap stylish dan nyaman dipakai untuk ke luar rumah.

BODY SHAPE

Sepertinya saya membutuhkan body shape dari Felancy, nih. Karena sekarang sudah agak , buncit bagian perut, jadi tidak indah dipandang mata :). Body shape Felancy berfungsi untuk membentuk tubuh indah secara alami. Seperti produk bra, body shap juga memiliki pori-pori agar tetap nyaman digunakan dan tidak lembab. Jenis body shape yang tersedia adalah Korset Punggung, Stagen, Long Torso (pendek,sedang dan panjang), Body Suit dan Long Leg (pendek, panjang)

SLEEPWEAR

Ada dua jenis sleepwear dari Felancy, yaitu yang terbuat dari bahan nylon dan satin lembut dan feminim. Dan yang berbahan katun (baju dan celana).

Beruntungnya kami mendapatkan kenang-kenangan dari Felancy berupa baju tidur model kaos dan celana. Bahannya benar-benar halus dan adem saat digunakan, bikin tidur jadi nyenyak dan tidak gerah.

CASUAL WEAR

Casual wear dari Felancy merupakan pakaian dari bahan kaos yang enak dipakai baik untuk tidur maupun untuk keluar rumah. Motif dan warnanya juga lucu-lucu.

***

Terima kasih Felancy telah mengundang saya dalam acara Beauty Blogger Gathering ini, semoga harapan Felancy untuk menyebarluaskan informasi tentang kanker serviks bisa terlaksana dengan baik. Terima kasih juga dr. Ferry Darmawan, SpOG dari RSIA Budhi Jaya atas ilmu dan pengetahuannya. Mata saya jadi terbuka setelah mendapat pemaparan tentang kanker serviks ini. Dan kepada Ibu Untung Endang Suryani terima kasih telah menginspirasi kami semua.

kanker serviks

Baca juga : Mengobati Kanker dengan Hati yang Bahagia

  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  

25 thoughts on “Felancy Mengajak Wanita Lebih Memahami Kanker Serviks

  1. Risalah Husna says:

    Lewat acara ini jadi lebih banyak tau soal kanker serviks yang jadi musuh perempuan. Mesti aware juga denga segala gejala yang sewaktu-waktu bisa timbul. Makanya penting banget buat kita memeriksakan diri ke dokter yaa

  2. riabuchari says:

    walaupun sudah sering dpt info tentang kanker, di tiap talkshow selalu menarik dan dpt info dan ilmu baru bermanfaat bgt buat diri sendiri dan orang lain disekitar

  3. Chalifahrum says:

    Informasi yg sangat bermanfaat buat para wanita khususnya para ibu yg kadang suka meremenhkan hal2 sepele mengenai organ reproduksinya, padahal jika tidak dirawat dengan baik bisa beresiko penyakit berbahaya spt kanker serviks.. thanks for sharing..

  4. Dede Rahma says:

    Jika belum pernah berhubungan seksual, apakah mungkin kena kanker serviks juga? Lalu pemeriksaan untuk yang belum menikah bagaimana ya?

    • Dzulkhulaifah says:

      Meskipun resikonya lebih kecil, tapi ada kemungkinan yang belum pernah berhubungan seksual juga terkena kanker serviks. Untuk pemeriksaannya saat ini hanya bisa dengan pap smear dan iva test, kalau belum menikah harus melalui pemeriksaan ini dikhawatirkan dapat merusak selaput dara. Makanya disarankan bagi yang sudah menikah atau sudah pernah berhubungan seksual saja. Yang belum nikah langsung aja vaksin HPV supaya terlindungi, ya.

  5. Nurul Sufitri says:

    Bener2 talkahow yg berlualitas nih. Kita jadi nambah pengetahuam tentang organ kewanitaan dan kanker serviks ya. Felancy mendukung kesehatan wanita dg produk2 pakaian dalamnya yg menjaga kesehatan organ nonton agar nyaman dipakai 😊

  6. Larty ravina says:

    Bertambah lagi pengetahuan saya mengenai kanker serviks,terima kasih informasi’y. Semoga kita semua terhindar dr segala macam bentuk penyakit mengerikan salah satu’y ya si kanker serviks ini. Aamiin..
    Cintai dan rawatlah tubuhmu dengan baik,mari hidup sehat 😉

  7. Mar Diah says:

    terharu denger cerita bu Endang.. hebat bisa berhasil melawan kanker :”) semoga para wanita tetap aware dengan kesehatan sehingga apabila sudah mulai ada tanda-tanda kejanggalan biar cepat ditangani sebelum terlambat.

  8. Inka Amalia says:

    Serem yaa penyakit ini bener2 bisa mematikan penderitanya. Aky salut banget sama ibu untung yang tetap kuat dan berjuang demi kesehatannya.

  9. nur annisa says:

    seneng bisa ikut talkshow ini dapet ilmu penting tentang kesehatan perempuan jadinya kita sadar untuk mencegah.

  10. Evi Fadliah says:

    Pengalaman Ibu Endah menjadi pembalanjaran ya Mba. Banyak dapet pengetahuan baru di acara ini, pengetahuan tentang cara mengukur ukuran BRA yg sesuai juga baru tau niyy Aku. Jadi kedepannya nggak salah ukuran lagi dech!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *