Kura kura Brazil - Hewan Peliharan yang Datang dari Jauh, Kura-kura Brazil

Hewan Peliharan yang Datang dari Jauh, Kura-kura Brazil

Punya anak satu, serasa punya dua. Hammam dan abang sepupunya—Alikhan—yang berselisih usia 3 tahun, semakin banyak saja hal-hal “samaan” yang mereka inginkan. Selain wardrobe—mereka punya lusinan baju yang kembar, dua anak super aktif ini juga mau samaan hewan peliharaan. Aduh, boys.

Sejak Hammam lahir saya belum pernah kepikiran untuk memberikannya hewan peliharaan. Kecuali dia yang minta. Lagipula kelihatannya dia tuh cuek-cuek aja tiap lihat kucing tetangga. Malahan seringnya ngusir “Pergi, cat!” Eh ini karena meniru saya, sih. Karena saya suka mengusir si kucing yang suka jebolin plafon rumah itu.

Tapi Hammam kelihatan peduli sama kura-kura peliharaan Alikhan. Ia sering minta izin untuk memberi makan kura-kura yang bernama ‘si Tajir’ itu. Kura-kura ini usianya sudah hampir 2 tahun, ukurannya sudah agak besar. Suatu hari, Alikhan beli lagi kura-kura kecil. Eing ing eeeng, Hammam minta juga pakai ngambek segala.

Entahlah mengapa ia memilih kura-kura sebagai hewan peliharaannya. Mungkin karena ia merasa dirinya adalah ninja, sehingga apabila ia memiliki kura-kura someday bisa jadi “Kura-kura Ninja”. Eeeeaaa.

Dua minggu berselang, Hammam akhirnya dihadiahi kura-kura Brazil sama bang Alikhan. Thank you, abang. Dan hidupnya berubah sejak saat itu. Tsaaaah.

Memelihara Kura-kura Brazil

Saya sama sekali enggak punya bekal bagaimana caranya memelihara kura-kura. Saya juga baru tahu kalau itu jenis kura-kura Brazil setelah browsing. Jadi cirinya kura-kura Brazil adalah yang memiliki tanda merah di belakang matanya, yang kalau dilihat sekilas justru warna merah ini yang lebih menonjol dibandingkan matanya sendiri.

Dan dari hasil browsing pula saya dapat informasi langkah apa yang harus dilakukan dalam merawat dan memelihara kura-kura Brazil.

Kura-kura Brazil

Tempat Tinggal dan Kebersihannya

Kura-kura Brazil adalah jenis yang lebih sering berada di air ketimbang di daratan. Tempat tinggal yang disarankan adalah kolam atau akuarium yang memiliki bebatuan yang cukup tinggi, agar kura-kura bisa ‘main’ di daratan sesekali.

Tempat tinggal ini juga harus sering dibersihkan, apalagi kura-kura jenis ini suka sekali menangkap makanannya yang mengambang di air. Lalu ia buang kotorannya di air juga. Kalau tidak dibersihkan dapat menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu kenyamanan rumah.

Makanan

Kura-kura Brazil termasuk kategori hewan omnivora atau pemakan segala. Ketika bayi ia lebih suka makan daging-dagingan, sedangkan ketika sudah dewasa lebih suka buah dan sayuran. Lah, kenapa begitu? Mungkin kah kura-kura dewasa juga mengerti konsep diet?

Makanan kura-kura bisa juga dalam bentuk pelet yang tersedia di toko hewan atau toko ikan. So far saya menggunakan pelet ini sebagai pakannya. Dan lebih mudah juga bagi Hammam ketika ia ingin memberi makan hewan peliharaannya itu.

Ada yang mereferensikan pemberian makan setiap hari, ada juga yang seminggu 3-4 kali saja. Saya bingung harus ikut yang mana, haha. Tapi pernah ya saya kelupaan kasih makan 2 hari dan si kura tetap aktif bermain di air.

Mengajak Bermain

Sama seperti hewan peliharaan lainnya, kura-kura juga perlu diajak bermain untuk menjaga hubungan antara hewan dengan majikannya. Kura-kura bisa dilepas sebentar ketika akuariumnya dibersihkan. Lepaskan di tempat yang terkena sinar matahari pagi, karena sangat baik untuk memperkuat tempurungnya.

Selalu mengawasi kura-kura yang sedang ‘berjemur’, jangan sampai ia masuk ke semak-semak atau lubang. Apalagi kalau kura-kuranya masih kecil, bisa-bisa dia menghilang. Kan kasihan.

Oh ya, sesekali bersihkan juga tempurungnya karena ia kan sering berada di air. Kalau enggak dibersihkan nanti jadi banyak lumut. Saya biasanya pakai sikat yang halus, macam sikat gigi gitu.

Memahami Ciri-ciri dan Karakteristiknya

Kura-kura Brazil kadang menjadi hewan yang moody. Ia bisa diam saja, seperti sedang merenung. Jika hal ini terjadi, bisa saja kura-kura sedang kurang sehat. Kura-kura yang sakit biasanya akan murung, enggak mau makan. Mirip deh kayak orang patah hati. Kalau sudah begini ada baiknya diperiksa ke dokter hewan. Nah, saya belum tahu nih apakah di sekitar tempat tinggal kami ada dokter hewan atau enggak. Dulu ada di jalan Ciledug Raya. Tapi kayaknya udah pindah.

Satu lagi, kita harus tahu jenis kelamin kura-kura. Mana tahu mau dibudidayakan, jadi harus dikasih pasangan lawan jenisnya. Kalau dilihat dari cirinya, kura-kura milik Hammam berjenis kelamin jantan. Yaitu memiliki corak tubuh yang lebih sedikit. Sedangkan kura-kura betina coraknya lebih banyak dan rapat. Tapi kami belum ada rencana budidaya sih, sepertinya dia masih terlalu kecil untuk mengenal lawan jenisnya. Belum cukup umur. What???

***

Kata teman saya—Felyina, memiliki hewan peliharaan tentunya memerlukan komitmen dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Setidaknya ya selama peliharaan kita ini masih hidup. Tulisannya yang berjudul “Memilih Hewan Peliharaan” dapat dibaca disini.

Blog post tersebut merupakan post trigger ke-enam dari kelompok Siti Nurbaya dalam Collaborative Blogging Kumpulan Emak-emak Blogger. Yang mana artikelnya sangat membekali bagi pemula yang hendak memilih hewan peliharaan.

Belajar Bertanggung Jawab

Memiliki hewan peliharaan adalah salah satu langkah untuk belajar bertanggung jawab. Tapi ini tuh tanggung jawab yang bagaimana, ya? Bocahnya baru umur 3 tahun loh. Ya udah pasrah aja lah ya, emaknya kudu mengurus sendiri itu kura-kura sampai gede.

Kura-kura Brazil masa hidupnya bisa sampai 20-30 tahun. So, kalau dirawat dengan benar si kura-kura masih akan hidup ketika Hammam berumah tangga dan punya anak kelak—mungkin.

Sesekali saya melibatkan Hammam ketika memberi makan kura-kura. Si pemilik kura-kura Brazil langsung lah excited dan harus dia yang menabur pakan kura-kura ke dalam akuariumnya. Oh ya, karena hewan peliharaan kami ini masih kecil jadi sementara akuariumnya pakai box bawaan dari penjualnya.

Luas akuarium disarankan empat kali lipat dari luas tubuh si kura-kura. Berarti tahun depan harus siapin budget untuk akuarium baru. Juga makanannya yang akan lebih beragam.

Dan enggak disangka, ternyata Hammam jatuh sayang sama kura-kuranya. Setiap hari dia yang ngingetin saya buat kasih makan kura-kura, juga mengganti air serta membersihkan akuariumnya.

Belajar Jongkok

Iya, kamu enggak salah baca subheading. Hammam memang kesulitan berjongkok, karena keseimbangan tubuhnya yang enggak stabil.

Baca juga : Anak Berjalan Jinjit, Orang Tau Khawatir

Hammam harus sering dilatih dan disarankan untuk sesekali berjalan jongkok atau jalan berlutut. Salah satu cara agar ia mau berjongkok adalah dengan mengajaknya menggambar pakai kapur di lantai. Kasihan, kadang tubuhnya harus jatuh ke belakang alias terjengkang.

Dan ternyata, memiliki kura-kura membuatnya lebih lama dalam posisi jongkok. Ketika kami mengganti air akuarium, Hammam memegang selang sambil berjongkok. Dan karena ia hobi main air, jadilah dirinya berlama-lama main air sambil jongkok.

Bocah ini juga mampu berjalan jongkok ketika kura-kura dilepaskan untuk bermain-main sebentar. Alhamdulillah, ada hikmahnya juga punya hewan peliharaan.

Kura-kura yang Belum Punya Nama – Giveaway Time

Dari tadi ribet ya nyebut hewan peliharaan Hammam dengan nama aslinya “Kura-kura Brazil”. Sebab, ia memang belum punya nama. Saya enggak tau mau kasih nama apa, really no idea. Paling-paling manggilnya pakai sebutan cool aja. Macam ‘Hi, buddy’ atau ‘Hello, dude.’ Hammam sendiri memanggilnya dengan ‘kwa-kwa’ soalnya belum bisa huruf R. Haha.

So, dalam kesempatan ini saya akhirnya mengadakan giveaway untuk yang pertama kalinya . Yaitu sayembara pemberian nama kura-kuranya Hammam. Bagi nama yang terpilih tentunya akan mendapatkan hadiah. Hadiahnya sih sederhana, tapi Insya Allah bermanfaat.

Syarat

  1. Peserta giveaway adalah seluruh WNI, baik blogger maupun non blogger.
  2. WNI yang tinggal di luar negeri bisa mengikuti giveaway, selama memiliki alamat pengiriman di Indonesia
  3. Follow akun instagram @dzulkhulaifah
  4. Klik instagram post ini, lalu comment atau repost (pilih salah satu) dengan mention 2 orang teman kamu untuk ikutan giveaway ini. Jika kamu pilih repost, jangan lupa tag akun instagram @dzulkhulaifah.
  5. Mengisi form untuk biodata kamu dan tentunya nama kura-kura yang kamu sarankan, disini.

Hadiah

Giveaway ini berhadiah sprei set bergambar kura-kura (sesuai tema). Pemenang boleh memilih ukuran sprei set mulai dari 90 x 200 cm sampai dengan 200 x 200 cm. So, sprei set akan diproduksi setelah pemenang melakukan konfirmasi. Tenang, produksinya cepet kok enggak sampai satu purnama.

Periode

Giveaway ini diselenggarakan selama 2 minggu saja, yaitu tanggal 4 – 17 Desember 2017. Pengumuman pemenang melalui instagram dan email pada tanggal 20 Desember 2017, jadi pas tahun baru nanti Insya Allah kamu sudah bisa pakai sprei barunya.

Harap diingat ya, kura-kuranya jantan. Pastikan nama yang kamu berikan untuk kura-kura Hammam sesuai dengan jenis kelaminnya.

Good luck.

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

12 thoughts on “Hewan Peliharan yang Datang dari Jauh, Kura-kura Brazil

  1. ucig says:

    aku dari kmarin mikirin namanya blm nemuuu yg pas. Setelah nonton Coco kayaknya aku nyumbang nama utk kura-kura HAM, >>> Miguel… coba tanya Ham suka nggak hihihihih. sukses ya GAnya mak
    Jadi Ham berlatih jongkok ya, asyik ada temannya si kura-kura iniiii

    • Dzulkhulaifah says:

      Coba ya mak nanti aku suruh dia nyebut Miguel, apakah dia bisa hahahaha. Jangan lupa isi formnya ya mak, biar namanya tak tercecer-cecer. Siapa tahu nama Miguel yang kepilih hihihi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *