Toilet Training Babak 2, Bye Bye Diapers!

Disaat banyak anak-anak yang lulus toilet training dan bye bye diapers di umur dua tahun—bahkan katanya ada juga yang lulus di umur satu setengah tahun, anak saya baru lulus sekitar sebulan yang lalu dong. Yes, setelah ia berulang tahun yang ketiga. Itu juga udah alhamdulillah.

Sebelumnya, Hammam tidak dipakaikan diaper di siang hari. Ia hanya pakai diaper ketika pergi yang agak jauhan dan ketika tidur. Nah mau lepas diapernya ini kok kayaknya sulit ya. Terus terang saja, toilet training babak 2 ini saya harus pakai sabar banyak-banyak. Beda banget situasinya dengan saat-saat saya mengajarkan Hammam untuk pipis di kamar mandi.

Baca juga : Toilet Training Babak 1 Continue reading

Anak Berjalan Jinjit Membuat Orang Tua Khawatir

Pada blog post sebelumnya saya sudah pernah berkisah tentang anak saya yang mengalami gangguan sensori integrasi. Salah satu gejalanya adalah anak berjalan jinjit. Sejak kapan Hammam berjalan jinjit? Sejak ia mulai belajar berjalan. Terus terang, saya khawatir. Buibu yang punya masalah serupa, mari kita berkumpul, berkeluh kesah dan mencari solusi.

Anak Berjalan Jinjit

Baca juga : Hammam, Ninja Kecil dengan 7 Indera Continue reading

Beralih ke Lampu LED Eye Comfort untuk Kebaikan Mata Keluarga

Hidup sejahtera merupakan impian setiap orang. Salah satu faktor pendukung kebahagiaan sebuah keluarga adalah kesejahteraan diri. Berupa berat badan yang ideal, tubuh yang bugar, kulit yang sehat dan terhindar dari stress. Ya iya dong, siapa yang nggak bahagia kalau punya berat badan ideal. Ya kaaan?

Tapi sadar nggak sih, ternyata memiliki penglihatan yang baik juga merupakan salah satu kesejahteraan diri. Sayangnya banyak dari kita yang kurang menyadari betapa pentingnya penglihatan, meskipun kita sangat mengandalkan indera yang satu ini dalam setiap aktivitas sehari-hari. Continue reading

Sensori Integrasi, Dasar Dari Proses Belajar

Sebelumnya saya nggak pernah menyangka bahwa saya akan berurusan dengan masalah sensori integrasi pada anak. Ya, karena Hammam kelihatan sehat-sehat saja. Masalahnya hanya ia terlambat bicara. Dan seperti lingkungan pada umumnya, anak yang belum bisa bicara di usia hampir 3 tahun akan ditanggapi dengan ‘belum, kali…’ atau ‘nanti juga bisa ngomong, dulu juga si A umur segitu baru bisa ngomong’ dan seterusnya. Continue reading

Hammam, Ninja Kecil Dengan 7 Indera

Mengapa saya sering bilang bahwa anak saya adalah ninja—atau calon ninja? Karena ia mewarisi sifat-sifat ninja dari Jepang. Ninja kecil ini pandai melompat, melempar dan berlari kencang. Punya ilmu meringankan tubuh, sehingga langkah kakinya tak terdengar lalu tiba-tiba menghilang di balik pintu. Telinganya amat sensitif, tak boleh dengar suara sedikitpun atau ia akan terbangun dari tidurnya, bersiap menjebak musuh dengan teriakannya.

7 indera

Saking sipit sampai saya dikira embaknya. Kesel ya?

Continue reading

Menjaga Kesehatan Saluran Cerna Dengan Probiotik

Rasanya bahagia banget melihat pertumbuhan anak yang setiap hari kian bertambah kemampuannya. Satu per satu kekhawatiran orang tua mulai sirna tatkala anak melewati tahap demi tahap yang harus ia lewati. Sudah bisa berjalan, bisa berlari, bisa bicara dan seterusnya. Tapi ada satu hal yang agak menghantui saya, yaitu kesehatan saluran cerna si kecil. Ada-ada saja masalahnya, kalau nggak sembelit ya diare.

Continue reading

Ketika “Beli Lauk” Menjadi Pilihan Seorang Ibu Yang “Sibuk”

Dulu sebelum memutuskan untuk menikah, saya sempat berpikir apakah saya ini bisa berubah dari seorang anak menjadi seorang isteri? Karena saya nggak bisa masak, masuk dapur aja jarang. Disuruh nyuci piring aja benar-benar cuma piringnya yang saya cuci. LOL. Lalu saya berpikir “Ah, pasti kan ada waktu untuk belajar masak.” Jadi ceritanya saya mantap untuk maju ke jenjang pernikahan tanpa keahlian memasak. Dan suatu ketika calon papa mertua bertanya “Kamu bisa masak?” Jeng jeeeeng.

masak-sendiri

Photo : pexels.com

Continue reading

Suka Duka Menjadi Anak Kesayangan

Rasanya tidak cukup dengan nama saya yang orang-orang bilang sulit untuk diucapkan, saya malah memberi nama blog ini sebagai youngesteight.com. Yang mungkin nggak bisa dibaca sekilas pandang, melainkan harus dicermati. Nama ini sudah saya gunakan sejak pertama kali memiliki blog, dulu youngesteight.wordpress.com. Berasal dari kata young dan eight. Karena saya adalah anak bungsu (youngest) dari delapan (eight) bersaudara. Continue reading

Kegiatan Bermain Untuk Stimulasi Kecerdasan Majemuk Menuju Generasi Multitalenta

Zaman telah sampai pada era milenial. Dimana semua aspek kehidupan bersinggungan dengan teknologi. Tak hanya orang dewasa, remaja bahkan anak-anak telah melek iptek. Sungguh berat tantangan menjadi orang tua masa kini yang ingin mengoptimalkan kecerdasan majemuk anak di tengah-tengah kemajuan teknologi.

Sudah begitu, anak-anak zaman sekarang kan kritisnya minta ampun. Kalau dilarang main gadget, mereka sudah bisa protes ‘Lho, Ibu juga mainin hape terus’. Begitu katanya. Kesal nggak sih bu, digituin sama anak? Continue reading

MPASI Tepat Untuk Nutrisi Terbaik 1.000 Hari Pertama

Apakah pernah mendengar ungkapan “Kamu makannya apa sih, bisa pintar banget?” Dulu jaman masih sekolah kalimat itu juga yang saya tanyakan kepada teman yang super pintar. Dan teman saya itu menjawab “Sama kayak kamu, sama-sama makan nasi.” Oke, nasi boleh sama. Tapi lauknya pasti beda! Nah kepingin tidak sih anak kita juga mendapat pertanyaan yang sama suatu saat nanti? Dan dengan santainya anak akan menjawab “Sama Ibu aku dikasih MPASI Philips Avent.” Tsaaahhh

Menjadi orang tua memang proses belajarnya tidak pernah selesai. Saya termasuk ibu yang cukup stress kalau anak susah makannya, padahal sudah bela-belain bikin MPASI untuk si kecil sebelum berangkat ke toko (dulu ketika masih punya toko). Kenapa ya dia kurang lahap makannya? Apa bosan? Atau makanannya tidak enak? Duh. Mami pusing, Hammam!

wp-image--1220398620

Si bayi besar yang sekarang sudah bisa diajak makan dimanapun. Foto sedang menunggu makanan datang di salah satu resto Jakarta.

Continue reading