Inovasi Philips 1 - Inovasi Penuh Makna untuk Gaya Hidup Sehat Keluarga

Inovasi Penuh Makna untuk Gaya Hidup Sehat Keluarga

Setiap kali bertemu dengan kawan lama, biasanya mereka akan mengomentari penampilan saya yang kurus-kurus saja—kata mereka. Padahal ya saya enggak kurus-kurus amat kok. ‘Hampir’ sesuai lah sama tinggi badan. Ada yang mengira saya diet supaya kurus, padahal enggak juga. Saya hanya menjaga porsi makan. Itu pun bukan karena saya pengin kurus, melainkan karena saya enggak mau gemuk. Nah, loh!

Continue reading

Kura kura Brazil - Hewan Peliharan yang Datang dari Jauh, Kura-kura Brazil

Hewan Peliharan yang Datang dari Jauh, Kura-kura Brazil

Punya anak satu, serasa punya dua. Hammam dan abang sepupunya—Alikhan—yang berselisih usia 3 tahun, semakin banyak saja hal-hal “samaan” yang mereka inginkan. Selain wardrobe—mereka punya lusinan baju yang kembar, dua anak super aktif ini juga mau samaan hewan peliharaan. Aduh, boys.

Sejak Hammam lahir saya belum pernah kepikiran untuk memberikannya hewan peliharaan. Kecuali dia yang minta. Lagipula kelihatannya dia tuh cuek-cuek aja tiap lihat kucing tetangga. Malahan seringnya ngusir “Pergi, cat!” Eh ini karena meniru saya, sih. Karena saya suka mengusir si kucing yang suka jebolin plafon rumah itu.

Tapi Hammam kelihatan peduli sama kura-kura peliharaan Alikhan. Continue reading

First Happiness - Speed Upgrade for Happy Customer First Media

Speed Upgrade for Happy Customer First Media

Beberapa waktu lalu saya sempat update status di facebook, tentang kegiatan keluarga Indonesia menonton televisi bersama-sama. Seperti dahulu, dimana kita terbiasa nonton televisi bareng mama, papa, kakak, adik. Menyaksikan acara seru macam Kuis Family 100 atau Komunikata dan kita sama-sama main tebak-tebakan jadinya.

Sekarang? Seiring perkembangan zaman maka berkembang pula perlengkapan digital yang ada di rumah kita. Setiap anggota keluarga memiliki gadget masing-masing dan mempunyai tontonan kesukaannya sendiri. Continue reading

Lakukan 5 Hal Ini Untuk Mendukung Kreativitas Anak

Buibu, saya mulai pusing ketika si Hammam suka minta nonton video via gadget. Mana dia udah bisa lagi, tap sana-sini memilih video yang disukainya. Padahal misi saya tuh (dulunya) jangan sampai anak main gadget. Saya maunya dia lebih banyak menggambar, mewarnai, main pasir, main puzzle, baca buku and so on. Serba salah ya, dia main ninja-ninjaan melulu emaknya lelah. Eh dia anteng main sama gadget, emak jadi stress.

Apalagi kalau weekend, papinya libur. Bisa berdua-duaan tuh di kamar nonton finger family. Daripada mereka berdua masing-masing ngeliatin layar, kan mendingan nyiram tanaman bersama ya…

Continue reading

Anak Berjalan Jinjit Membuat Orang Tua Khawatir

Pada blog post sebelumnya saya sudah pernah berkisah tentang anak saya yang mengalami gangguan sensori integrasi. Salah satu gejalanya adalah anak berjalan jinjit. Sejak kapan Hammam berjalan jinjit? Sejak ia mulai belajar berjalan. Terus terang, saya khawatir. Buibu yang punya masalah serupa, mari kita berkumpul, berkeluh kesah dan mencari solusi.

Anak Berjalan Jinjit

Baca juga : Hammam, Ninja Kecil dengan 7 Indera Continue reading

Beralih ke Lampu LED Eye Comfort untuk Kebaikan Mata Keluarga

Hidup sejahtera merupakan impian setiap orang. Salah satu faktor pendukung kebahagiaan sebuah keluarga adalah kesejahteraan diri. Berupa berat badan yang ideal, tubuh yang bugar, kulit yang sehat dan terhindar dari stress. Ya iya dong, siapa yang nggak bahagia kalau punya berat badan ideal. Ya kaaan?

Tapi sadar nggak sih, ternyata memiliki penglihatan yang baik juga merupakan salah satu kesejahteraan diri. Sayangnya banyak dari kita yang kurang menyadari betapa pentingnya penglihatan, meskipun kita sangat mengandalkan indera yang satu ini dalam setiap aktivitas sehari-hari. Continue reading

Sensori Integrasi, Dasar Dari Proses Belajar

Sebelumnya saya nggak pernah menyangka bahwa saya akan berurusan dengan masalah sensori integrasi pada anak. Ya, karena Hammam kelihatan sehat-sehat saja. Masalahnya hanya ia terlambat bicara. Dan seperti lingkungan pada umumnya, anak yang belum bisa bicara di usia hampir 3 tahun akan ditanggapi dengan ‘belum, kali…’ atau ‘nanti juga bisa ngomong, dulu juga si A umur segitu baru bisa ngomong’ dan seterusnya. Continue reading

Hammam, Ninja Kecil Dengan 7 Indera

Mengapa saya sering bilang bahwa anak saya adalah ninja—atau calon ninja? Karena ia mewarisi sifat-sifat ninja dari Jepang. Ninja kecil ini pandai melompat, melempar dan berlari kencang. Punya ilmu meringankan tubuh, sehingga langkah kakinya tak terdengar lalu tiba-tiba menghilang di balik pintu. Telinganya amat sensitif, tak boleh dengar suara sedikitpun atau ia akan terbangun dari tidurnya, bersiap menjebak musuh dengan teriakannya.

7 indera

Saking sipit sampai saya dikira embaknya. Kesel ya?

Continue reading

Ketika “Beli Lauk” Menjadi Pilihan Seorang Ibu Yang “Sibuk”

Dulu sebelum memutuskan untuk menikah, saya sempat berpikir apakah saya ini bisa berubah dari seorang anak menjadi seorang isteri? Karena saya nggak bisa masak, masuk dapur aja jarang. Disuruh nyuci piring aja benar-benar cuma piringnya yang saya cuci. LOL. Lalu saya berpikir “Ah, pasti kan ada waktu untuk belajar masak.” Jadi ceritanya saya mantap untuk maju ke jenjang pernikahan tanpa keahlian memasak. Dan suatu ketika calon papa mertua bertanya “Kamu bisa masak?” Jeng jeeeeng.

masak-sendiri

Photo : pexels.com

Continue reading

Suka Duka Menjadi Anak Kesayangan

Rasanya tidak cukup dengan nama saya yang orang-orang bilang sulit untuk diucapkan, saya malah memberi nama blog ini sebagai youngesteight.com. Yang mungkin nggak bisa dibaca sekilas pandang, melainkan harus dicermati. Nama ini sudah saya gunakan sejak pertama kali memiliki blog, dulu youngesteight.wordpress.com. Berasal dari kata young dan eight. Karena saya adalah anak bungsu (youngest) dari delapan (eight) bersaudara. Continue reading