kesalahan dalam bisnis

5 Kesalahan dalam Bisnis yang Umum Terjadi Ketika Memulai Usaha

Seperti janji saya pada dua postingan sebelumnya, ini adalah tulisan lanjutan dari topik “How to Start Your Business” yang saya dapat dari acara Woman Talk bersama Ibu Futri Zulya tanggal 20 September 2018 lalu. Kemarin yang saya bahas adalah bagaimana cara memulai bisnis dan tips mendapatkan modal usaha. Silakan baca tulisan saya yang berjudul Jadikan Pengalaman Sebagai Modal.

Selain perencanaan dan modal usaha, lalu apa lagi ya yang biasanya hadir ketika kita baru memulai bisnis? Masalah. Iya, makhluk satu ini memang suka ada di mana-mana, tapi masih bisa dihindari atau diminimalisir.

modal usaha

Kesalahan Dalam Bisnis yang Umum Terjadi

Meski sudah merencanakan dengan maksimal, kadang ada saja salah-salahnya manusia yang baru belajar bisnis. Setidaknya ada 5 kesalahan dalam bisnis yang sebisa mungkin harus dihindari demi keberlangsungan dan pertumbuhan usaha.

Ikut-ikutan

Saya pernah baca di mana gitu ya (lupa), sekarang banyak banget bisnis kuliner yang tidak mementingkan cita rasa. Yang penting ikutan saja item apa yang sedang happening, jadi tak heran lagi kalau kita jajan di tempat-tempat baru lalu tiada kesan apa-apa. Cuma bisa bilang ‘ah, rasanya biasa aja..’. Bahkan kita akan cenderung membandingkan dengan restoran tetangga.

Baca juga : Tentang Jajanan Millenial

kesalahan dalam bisnis

Inilah fenomena ikut-ikutan yang kerap terjadi, bikin pelaku bisnisnya jadi tidak punya jati diri karena orang sulit membedakan satu dengan lainnya. Lebih baik kita cari ide lain, kalau bisa sih yang sesuai dengan passion. Karena sesuatu yang ikut-ikutan biasanya tidak bertahan lama. Sedangkan sesuatu yang berdasarkan passion bisa awet, secara kitanya juga pasti dengan selalu senang hati menjalankannya.

Idealis

Kalau yang tadi sifatnya ikut-ikutan, ada lagi yang bersikukuh mempertahankan idealismenya. Pokoknya harus sesuai dengan keinginan dan targetnya, saking tidak mau dibilang ikut-ikutan. Well, ok. Ternyata ada yang boleh kita ikuti, yaitu trend pasar. Ini penting banget karena berhubungan dengan kebutuhan konsumen yang bervariasi. Apa yang menurut kita bagus belum tentu sesuai dengan selera orang lain.

kesalahan dalam bisnis

Misalnya kayak saya, ya. Berhubung saya suka banget motif gambar anak-anak, saya jualan seprai dengan motif lucu-lucu itu. Ternyata itu hanyalah untuk kepuasan saya pribadi, bukan untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Sebab tidak semua orang yang mau beli seprai itu punya anak kecil. Tidak semua orang juga menyukai gambar-gambar lucu untuk kasurnya. Biasa saja ada yang sukanya bunga-bunga, garis-garis, kotak-kotak dan lainnya. Setelah mengikuti Woman Talk nih saya akhirnya tersadar juga, haha.

Terburu-buru

Ada kalanya kita tergesa-gesa dalam membangun bisnis. Bisa jadi karena desakan ekonomi, atau takut ide kita keburu ada yang lebih dulu menjalani. Tenang, santai lah sedikit. Dalam arti kita harus mematangkan lebih dulu ide cemerlang tersebut. Dalam merencanakan bisnis diperbolehkan untuk mengambil waktu sedikit lebih lama, supaya semua bisa berjalan sesuai rencana.

kesalahan dalam bisnis

Jangan sampai apa yang sudah kita rencanakan menjadi kacau hanya karena kita kurang sabar dan terburu-buru.

Melakukan Semua Sendiri

Meskipun wanita dikenal sebagai makhluk serba bisa, jangan lantas melakukan semuanya sendirian. Jangan ya, please. Saya juga pernah berada pada posisi ini. Belanja bahan-bahan sendiri ke pasar, potong dan jahit sendiri, packing dan kirim sendiri. Biar kenapa? Biar untungnya lebih banyak karena tidak perlu bayar tukang, haha.

Sayangnya saya jadi kehilangan banyak waktu dengan anak dan suami. Kalau lagi buru-buru tapi anak minta ditemani itu rasanya suka emosi dan berakhir sedih. Apalagi kalau rumah masih berantakan, cucian dan setrikaan numpuk. Akhirnya saya sudah mempercayakan produksi kepada tukang jahit dan urusan pengiriman ada kok ekspedisi yang bersedia jemput paket di rumah. Alhamdulillah.

Tapi kalau urusan produksi sama sekali tidak bisa dilakukan oleh orang lain—misalnya belum mendapatkan pegawai yang sesuai,  jalan tengahnya adalah menggunakan jasa asisten rumah tangga untuk mengurus rumah. Dengan begini seorang ibu bisa lebih leluasa bekerja.

kesalahan dalam bisnis

Seorang ibu juga harus memiliki yang namanya Support System, yaitu bentuk dukungan yang datangnya dari orang-orang terdekat—suami, anak-anak, orang tua dan orang terdekat lainnya. Dukungan yang diberikan seperti apa? Jadi semua orang dalam support system harus mengerti bahwa ada sesuatu yang harus kita kerjakan. Pada jam tertentu mungkin kita tidak bisa diganggu karena harus melakukan pekerjaan rutin dalam bisnis. Menggunakan jasa asisten rumah tangga juga merupakan salah satu support system bagi womanpreneur.

Baca juga : 5 Tipe Asisten Rumah Tangga yang Pernah Ada

Menggabungkan Rekening Pribadi dengan Rekening Bisnis

Sumber pendapatan regular seperti dari gaji suami dengan pendapatan dari bisnis harus dipisah, ya. Pendapatan regular digunakan untuk sedekah, kebutuhan hidup, tabungan, investasi, dana darurat, hiburan dan lain-lain. Sedangkan pendapatan dari bisnis digunakan untuk operasional, gaji pegawai dan biaya-biaya yang berhubungan dengan usaha.

Kalau digabung yang ada kita bingung mana yang uang untuk sehari-hari, mana yang harus digunakan untuk bisnis. Makanya sejak memulai bisnis harus sudah punya rekening terpisah. Kita bisa kok buka lebih dari satu rekening di bank, dengan nama kita sendiri (nama yang sama).

kesalahan dalam bisnis

***

Semoga tips ini bermanfaat ya bagi teman-teman khususnya para ibu di luar sana yang ingin memulai usaha tanpa melakukan banyak kesalahan. Kalau sudah terlanjur salah, boleh diperbaiki. Karena kesalahan dalam bisnis itu namanya belajar.

Terima kasih Ibu Futri Zulya—CEO dan founder dari Batin Group, atau ilmunya. Terima kasih juga kepada Komunitas Indonesian Social Blogpreneur atas undangannya dalam acara Woman Talk.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *