5 Coolest Pixar Movie’s Credit Title

Bagi ibu-ibu yang punya balita sering kali harus menemani anak-anak nonton televisi. Baik itu siaran lokal, cable tv atau film dari dvd player. Secara balita masih butuh pengawasan dalam mencerna apapun yang mereka lihat. Tapi ibu perhatikan atau tidak ya, tayangan apa yang paling disukai anak-anak? Ada balita yang lebih suka nonton iklan loh daripada film kartunnya. Ada juga yang suka bagian tertentu dari film yang ditonton misalnya saat menyanyi, menari, melompat dan sebagainya.

Itu dikarenakan balita menyukai sesuatu yang imajinatif sekaligus memiliki memori yang kuat. Mereka bisa mengingat dan suka untuk menirukan. Yang kayak gini nih mesti diawasi baik-baik. Jangan sampai ada kalimat-kalimat negatif yang ditirukan oleh si kecil. Karena apa…?
Karena kalau anak-anak bicara yang tidak baik itu yang disalahkan pasti ibunya duluan. Ya kaaan?

Putera saya juga sama seperti anak-anak kebanyakan. Sukanya nonton film kartun. Alhamdulillahnya dia gak terlalu mantengin tv terus-terusan. Paling baru lima menit filmnya mulai, dia sudah asik main di tempat lain. Lalu lima menit kemudian kembali lagi. Pemboroson listrik banget deh si Hammam. Kadang itu film sudah mau selesai dia baru datang, terus minta diulang lagi. Hadeeuuhh.

Tapi yang menariknya, Hammam paling suka bagian closing credit. Itu loh, daftar nama pemain dan kru yang muncul di akhir film. Karena dia suka bermain-main dengan buku yang penuh dengan tulisan, mungkin dipikirnya closing credit itu sama seperti buku yang banyak huruf-hurufnya. Mungkin loh ya… Kalau kata keponakan saya sih “Hammam itu sangat ingin tahu siapa orang-orang yang terlibat dibalik pembuatan film” makanya dia jadi seneng nontonin credit title. Ada-ada saja ya, bocah. Padahal keseringan credit title itu semacam sesuatu yang terlupakan oleh penonton.

Tapi industri film belakangan ini memang bagus-bagus credit titlenya, baik itu opening credit maupun closing credit. Tidak seperti film pada masa lampau yang bagian akhir dari filmnya hanya layar hitam dengan nama-nama bermunculan. Bahkan sebelum tahun 70-an film sama sekali tidak ada closing credit-nya loh. Mereka hanya menampilkan nama-nama pemain dan kru utama seperti sutradara dan produser, di awal film. Tentu saja ini hasil googling ya, karena saya belum lah lahir di tahun segitu.

Sekarang kebalikannya, banyak film yang tidak dimulai dengan menampilkan nama-nama pemain dan kru. Mereka menggantinya dengan closing credit yang sangat menarik. Malahan ada yang namanya Humorous Credit, yaitu closing credit yang mengandung out-takes atau bagian film yang dibuang karena kesalahan dialog, gesture dan sebagainya. Kalau di Indonesia ini namanya ‘dibuang sayang’. Meskipun masih banyak juga sih closing credit yang standar. Entah mengapa, mungkin udah capek-capek bikin film lalu males bikin closing credit yang gimana-gimana kali ya. Hahahaha.

Gara-gara kebiasaan Hammam yang satu ini, saya jadi ikutan suka mantengin credit title. Bener loooh, lucu-lucu. Hitung-hitung kami menghargai hasil jerih payah para kru, yang sejak awal sampai akhir film wajahnya tidak pernah muncul. Mungkin tidak banyak orang yang menyukai bagian closing credit, mereka anggap itu tidak perlu ditonton dan buang-buang waktu. Tapi gara-gara kebiasaan ini saya jadi suka memerhatikan nama-nama kru dengan job title mereka. Itu keren banget, tidak pernah terpikirkan sebelumnya sama saya bahwa ada profesi yang seperti itu. Misalnya Motion Graphic Effects, Crowds Technical Supervisor. Kira-kira itu kerjanya ngapain ya? Kapan-kapan aja kita bahas, yang pasti mereka itu pastilah orang-orang sibuk.

Terutama film animasi, closing credit dibuat sangat menarik. Mungkin tujuannya agar penikmat film bisa menonton film sampai detik terakhir. Berikut ini adalah lima closing credit favorit kami berdua, dimulai dari suka tingkat rendah dan terakhir suka tingkat tinggi. Semuanya film animasi, maklum bocahnya masih kecil. Secara kebetulan juga semua adalah film yang diluncurkan oleh Walt Disney Pictures, produksi Pixar Animation Studios. Check these out.

5 Coolest Pixar Movie's Credit Title

background by freepik.com

Inside out (2015)

Film ini berkisah tentang lima emosi (Joy, Sadness, Disgust, Fear and Anger) di ruang kendali yang ada pada otak Riley, seorang anak berusia 11 tahun. Riley adalah anak yang ceria, Joy selalu menjadi pengendali utama dalam pikirannya. Tetapi ketika ia harus pindah dari Minesotta ke San Francisco, Sadness mengambil alih ruang kendali dan pikirannya menjadi kacau.

Di akhir film menampilkan ruang kendali pada beberapa orang seperti guru, teman-teman sekolah Riley, penjual pizza dan supir bus. Kelima emosi tersebut wujudnya mengikuti penampilan si manusia itu sendiri. Misalnya guru Riley yang keribo, di dalam otaknya berisi makhluk-makhluk keribo sedang mengendalikan pikirannya. Juga penjual pizza yang hidungnya pakai anting. Lima emosi itu wujudnya semua berdandan ala anak punk dan ruangannya dipenuhi dengan tulisan grafiti.

Ini lucu, bikin emak yang lagi nemenin anaknya nonton jadi berandai-andai. ‘Kayak apa ya lima emosi yang ada di otakku? Jangan-jangan semuanya kurus dan punya tahi lalat di dekat hidung’. Aaakkkk…

Toy Story 2 (1999)

Buzz dan kawan-kawan bertualang demi mencari sahabat mereka—sherif Woody, yang dicuri oleh seorang pemilik toko mainan bernama Al. Film tentang mainan yang hidup seperti manusia ini pada closing creditnya termasuk kategori Humorous Credit. Pixar menyuguhkan out-takes dari film ini yang tentu saja menjadi daya tarik tersendiri dengan berbagai potongan adegan yang dibuang karena salah acting.

Kreatif banget ya krunya. Sudah filmnya bagus, penulis skripnya masih mau gitu nambah kerjaan untuk nulis bagian yang salah-salahnya. Padahal out-takesnya buatan biar seru, namanya juga film animasi. Yaiyalah, itu namanya total yes!

Toy Story 3 (2010)

Andy si pemilik mainan Sherif Woody dan kawan-kawan kini sudah berusia 17 tahun dan akan jadi mahasiswa. Ketika berbenah kamar tanpa sengaja mainan-mainan itu terbuang oleh ibunya. Woody, Buzz, Jessie dan yang lainnya terdampar di sebuah tempat penitipan anak atau Daycare. Sunny Side adalah Daycare yang dipimpin oleh sebuah boneka beruang bernama Lotso. Karena kebijakan Lotso yang memberatkan para mainan pendatang baru akhirnya mereka kabur melalui tempat pembuangan sampah. Alih-alih kabur Woody CS malah terbawa oleh truk sampah ke tempat pembuangan akhir.

Pada closing credit di film ini menampilkan kehidupan mainan di Sunny Side setelah kepemimpinan Lotso digantikan oleh Ken dan Barbie. Juga nasib Woody dan teman-temannya setelah Andy meninggalkan rumah untuk kuliah.

Up (2009)

Siapa tak tahu film rumah terbang ini. Anak-anak pasti akan berimajinasi seandainya rumah mereka bisa terbang dengan ribuan balon berisi helium yang dibuat oleh Mr. Fredricksen, seorang kakek yang hidup sendiri sepeninggal isterinya, Ellie. Ketika ia menerbangkan rumahnya untuk pergi ke suatu tempat di Amerika Selatan—yang sebelumnya sangat diimpikan oleh Ellie, tidak sengaja ada seorang anak bernama Russel terbawa bersama rumah itu. Mereka berpetualang menuju Air Terjun Surga berada. Paradise Fall, a land lost in time.

Closing credit di film ini menarik banget kalau disimak. Menceritakan petualangan lanjutan setelah petualangan Mr. Fredricksen dan Russel kembali ke kota. Terdiri dari potongan-potongan foto mereka bersama Dug, seekor anjing yang mereka temukan di Paradise Fall. Setiap foto disertai dengan job title dan nama kru yang berkaitan dengan foto tersebut. Misalnya foto Russel sedang mengajarkan Mr. Fredricksen mengopeasikan komputer, credit titlenya adalah Supervising Technical Director. Atau foto Russel dan Mr. Frederickson mengunjungi bioskop, tertulis credit title Film Editor.

Untuk film ini saya tidak berhasil mendapatkan video dengan original soundtrack, maafkan 😀

Cars 2 (2011)

Pada ajang balap mobil World Grand Prix yang diselenggarakan oleh Allinol, Lightning McQueen untuk pertama kali mengajak sahabatnya Tow Mater sebagai official crew. Karena kepolosannya, Mater malah dianggap sebagai agen rahasia oleh Finn McMissle—agen rahasia dari Inggris. Ini mengacaukan balapan putaran pertama di Jepang. Akhirnya McQueen berpisah dengan Mater selama beberapa waktu dan mereka bertemu kembali pada balapan terakhir di Inggris, sekaligus terungkapnya kasus yang ‘ditangani’ Mater. Karena jasanya Mater mendapat penghargaan dari ratu inggris.

Closing credit diawali dengan keluarnya McQueen dan Mater dari istana inggris kemudian mereka melanjutkan perjalanan keliling dunia. Ini adalah kisah singkat mereka menjelajahi tempat-tempat bersejarah dunia disela race tour. Ke menara eiffel di Paris, dikejar traktor di Spanyol, membetulkan menara Pisa yang posisinya miring di Italia, hujan salju di Rusia, hingga explore Mesir. Terakhir mereka berdua pulang ke Radiotor Springs disambut oleh teman-temannya. Semua gambar disesuaikan dengan tema Cars. Seperti patung Spinx yang bentuknya menyerupai mobil tua.

Pada bagian list cast and crew latar belakangnya berupa dokumentasi selama mereka tur dunia. Postcard, bendera negara tertentu, peta dan sebagainya. Duh, keren banget dan membuat saya percaya bahwa mereka betul-betul keliling dunia.

Nah, itu dia 5 credit title favorit saya dan Hammam. Mungkin sedikit sekali orang yang punya kebiasaan yang sama dengan kami. Tapi kalau diantara kalian ada yang suka juga, boleh dong sharing closing credit dari film apa sih yang kamu suka?

Terima kasih sudah mampir 🙂

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

6 thoughts on “5 Coolest Pixar Movie’s Credit Title

  1. Dita Indrihapsari says:

    Aku juga suka bangeeettt mba credit title film2 Pixar.. Yg paling favorit Toy Story adegan dibuang sayang itu Hihi.. Konyol, lucu bgt.. 😀 Selain Pixar, aku juga suka credit title Kungfu Panda. Gambar grafisnya baguuusss..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *